Berita

Foto: Net

Nusantara

BMKG Imbau Warga Hindari Pesisir Pantai Kawasan Selat Sunda

RABU, 26 DESEMBER 2018 | 11:48 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

Kondisi aktifitas tremor Anak Gunung Krakatau, cuaca ekstrem dan gelombang tinggi sekitar Selat Sunda terus dimonitor oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Geologi.

Menurut Kepala Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko menjelaskan, seluruh kondisi tersebut dipantau, sebab dapat mengakibatkan longsor tebing kawah ke laut dan berpotensi memicu tsunami, seperti hipotesa yang disampaikan pada tanggal 22 Desember 2018 yang lalu.  

"Karena itu kami meminta masyarakat tetap waspada dan menghindari lokasi pesisir pantai dalam radius 500 meter sampai dengan 1 kilo meter," ujar Hary, Rabu (26/12).


Kendati demikian secara umum, kondisi cuaca di sekitar Anak Gunung Krakatau diprakirakan hujan ringan hingga sedang pada malam hingga dini hari nanti.

Angin permukaan umumnya bertiup dari arah barat daya hingga barat dengan kecepatan antara 5 hingga 35 km/jam.

Sedangkan untuk potensi hujan sedang hingga lebat pada pagi hingga sore hari. Arah angin dari barat daya-barat, namun kecepatan angin permukaan relatif menurun dibanding hari sebelumnya, dengan kecepatan maksimum dapat mencapai 20 hingga 25 km hingga jam.

Untuk kondisi ketinggian gelombang laut di sekitar Anak Gunung Krakatau tadi malam diprakirakan antara 0.75 hingga 1.5 meter, sedangkan pada pagi hingga siang hari ini antara 0.75 hingga 2.0 meter, dan pada siang hingga malam hari diprakirakan ketinggian gelombang berkisar antara 0.75 hingga 1.25 meter. [jto]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya