Berita

Cak Imin/Net

Politik

Cak Imin Harus Serius Lakukan Kaderisasi Di Sumbar


RABU, 26 DESEMBER 2018 | 03:42 WIB | LAPORAN:

Pemilu Serentak 2019 harus menjadi momen bagi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) membuktikan diri di wilayah Sumatera Barat (Sumbar).


Pengamat politik dari Universitas Andalas, Alfan Miko menilai PKB selama ini tidak terlalu bergaung di Sumbar. Tapi itu bukan berarti tidak ada kemungkinan bagi partai yang digawangi oleh Muhaimin Iskandar tersebut untuk berjaya di tanah Minang.

“Bukan berarti tidak ada kesempatan. Buktinya mulai ada pejabat daerah dari PKB yang menang di sana,” ujar Alfan saat dihubungi redaksi, Selasa (25/12).


Tak hanya itu, lanjut Alfan, Muhaimin Iskandar alias Cak Imin dinilai harus mulai serius menata sistem kaderisasi di Sumbar bila serius ingin maju di Pilpres 2024 mendatang.

Namun, dalam jangka pendek seperti Pileg 2019, Alfan menilai bahwa momen tersebut sangat tepat diambil oleh PKB untuk bertempur habis-habisan mendorong perwakilannya dari Sumbar.

Apalagi, hingga saat ini PKB belum pernah berhasil mendorong kadernya maju sebagai anggota dewan dari Tanah Minang.

“Ini akan jadi momen luar biasa bila tahun 2019 nanti ada anggota DPR yang berhasil maju dari Sumbar. Ini juga akan jadi keberhasilan Cak Imin dan menjadi bukti bahwa PKB ternyata meniliki masa di ranah Minang yang kebanyakan adalah Muhammadiyah,” katanya.

Menurut Alfan, ada banyak cara yang dapat ditempuh PKB agar bisa sukses melakukan kaderisasi di Sumbar, di antaranya dengan menguatkan ideologi keumatan. Caranya dengan memunculkan tokoh-tokoh PKB yang konsisten memperlihatkan kinerja yang positif.

“Artinya PKB tidak boleh muncul hanya saat pilkada atau pilpres saja. Harus konsisten,” ungkapnya.

Selain konsep kaderisasi yang terukur dan konsisten, lanjutnya, prediksi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang digawangi Denny JA bisa dijadikan sebagai pegangan oleh Cak Imin.

PKB yang menempati urutan keempat dengan kekuatan suara sebanyak 6,7 persen menurutnya harus dimanfaatkan dengan baik. Pasalnya, PKS selaku partai dominan di Sumbar justru haha bertengger diurutan keenam dengan suara hanya 3,9 persen.

“Sementara dari survei LSI menyebutkan bahwa hanya 6 parpol yang mencapai [Parliamentary Threshold] atau di atas 4 persen. Artinya PKB memiliki kekuatan besar lolos masuk ke parlemen karena berhasil mengantongi elektabilitas hingga 6,7 persen,” ungkapnya.

Kemenangan PKB menurut Alfan hanya menunggu waktu saja. Kedekatan antara Nahdlatul Ulama (NU) dan Sumbar telah tercatat dalam sejarah, dimana salah satu Imam Besar di Masjidil Haram, yakni Syaikh Ahmad Khathib Al-Minangkabawi Rahimahullah adalah salah satu reformis Indonesia yang bersahabat dengan pendiri NU, Kiai Haji Mohammad Hasjim Asy'arie.

“Artinya kemungkinan itu sangat besar. Artinya menunggu kesiapan Cak Imin saja untuk bertarung habis-habisan di Sumbar” tegasnya. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya