Natal di St Alban/The Guardian
Sejumlah gereja di Inggris membuka pintu bagu warga Muslim untuk ikut merayakan Natal tahun ini. Salah satunya adalah gereja St Alban di North Harrow, London Inggris.
Warga Muslim setempat diundang untuk berkunjung di misa tengah malam untuk merayakan Natal. Mereka yang diundang adalah warga Muslim dari masjid terdekat.
Selama 10 tahun terakhir, sudah menjadi rutinitas bagi para jamaah di Komunitas Shiah Ithna’ashari di Middlesex (SICM) menghadiri misa tengah malam di St. Alban sebagai cara untuk bertemu dengan tetangga mereka dan mengambil bagian dalam perayaan Natal.
"Bagi kami, menghadiri misa tengah malam adalah kesempatan besar untuk berpartisipasi dalam bagian penting dari perayaan Natal dan bertemu orang-orang dari gereja lokal kami, banyak di antaranya telah menjadi teman kami," kata salah satu anggita komute SICM, Miqdaad Versi.
"Sepuluh tahun yang lalu, ini adalah salah satu momen pertama kali kami bertemu, dan sekarang telah berkembang menjadi hubungan yang lebih kuat dan tahan lama saat kami bertemu secara teratur, bekerja bersama, dan mengatur acara bersama," tambahnya.
Kunjungan Natal diprakarsai oleh anggota muda masjid. Komite eksekutif kemudian menjalin komunikasi dengan gereja bahwa mereka akan disambut, dan setiap tahun sejak saat itu, setidaknya 50 Muslim telah menghadiri kebaktian tengah malam sebagai bentuk suka cita bagi tetangga mereka yang merayakan Natal.
Versi mengatakan bahwa sebagian besar Muslim menikmati perayaan Natal dan fokus pada keluarga.
"Tentu saja ada perbedaan keyakinan, tetapi dalam iman Islam, Yesus dipuja sebagai nabi utama," jelasnya seperti dimuat
The Guardian.
Setiap tahun, kelompok dari masjid termasuk beberapa orang yang belum pernah berada di dalam gereja sebelumnya, diubdang untuk hadir.
"Kami menyiapkan mereka sebelum kebaktian, sehingga mereka tahu apa yang diharapkan. Terserah individu apakah mereka ingin menyanyikan lagu-lagu Natal atau pergi ke altar untuk diberkati. Ada yang melakukannya, ada yang tidak," jelasnya.
Bukan hanya itu, masjid-masjid di sekitar gereja tersebut juga menyediakan sukarelawan ke gereja-gereja lokal untuk membantu selama perayaan.
Hal sebaliknya pun dilakukan umat Kristiani ketima Ramadhan tiba.
"Kami bekerja dengan gereja sepanjang tahun," kata Versi.
"Mereka datang kepada kami selama bulan Ramadhan untuk berbuka puasa dan para pemimpin gereja telah berbicara di masjid," sambingnya.
Sementara itu Pastor St Alban, Kate Tuckett mengatakan bahwa hadirnya warga Muslim di misa tengah malam adalah simbol pertemanan yang positif.
"Kami senang menyambut mereka. Mereka datang dalam semangat penghormatan dan kehadiran mereka memperkuat hubungan kuat yang telah berkembang di antara komunitas agama kita. Mengingat dunia tempat kita hidup, apa pun yang bisa kita lakukan untuk mendorong dialog dan pemahaman akan selalu menjadi hal yang baik," ungkapnya.
[mel]