Berita

Presiden Jokowi/Net

Politik

Syahganda: Belasungkawa Jokowi Tidak Dari Hati

SELASA, 25 DESEMBER 2018 | 03:30 WIB | LAPORAN:

Sikap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang  tidak menangis saat dia mengucapkan belasungkawa atas musibah tsunami disesalkan. Ungkapan tersebut bahkan dinilai sebatas pencitraan.

Aktivis senior, Syahganda Nainggolan menilai ungkapan belasungkawa yang disampaikan Jokowi hanya untuk mencari popularitas. Tujuannya, agar tingkat elektabilitas di Pilpres 2019 naik.

"Meninggal ratusan orang dan Jokowi nggak nangis. Jokowi menurut saya dengan kejadian beberapa gempa ini dia tidak dari hati yang dalam," kata Direktur Sabang Merauke Circle (SMC) itu saat ditemui di Hotel Gren Alia, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/12).


Apalagi, sambungnya, janji Jokowi mendirikan rumah bagi korban gempa Lombok tidak kunjung terlaksana hingga hari ini.

"Kalau orang ikhlas itu kan dia setiap berucap itu bertanggung jawab. Dia ngomong itu dia harus buktikan," tandasnya.

Syahganda kemudian mengulas soal banyaknya korban tsunami Palu dan Banten beberapa waktu lalu. Salah satunya menyinggung mengenai informasi tentang hilang dan rusaknya alat pendeteksi tsunami.

Padahal hal tersebut sudah sering dibicarakan, tapi pemerintah seperti tidak peduli. Buktinya, sambung Syahganda, menjaga, merawat dan memelihara 20 bouy saja tak mampu.

"Jadi itu menunjukkan bahwa dia itu tidak peduli dengan masalah nasib bangsa kita yang mayoritas di pantai ini kan. Karena kita kan kalau bicara poros maritim, kita harus berpikir ini sebagai bagian penting,” ujarnya.

“Kalau dia bicara poros maritim, isi kepala dia harusnya laut. Baru Jokowi kemarin mengumumkan anggaran 2019 akan diusahakan untuk pengadaan itu," demikian politisi PAN tersebut. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya