Berita

Ichsanuddin Noorsy/RMOL

Politik

Ichsanuddin Noorsy: Jangan Larut Dengan Provokasi Tiongkok Dan Barat

SENIN, 24 DESEMBER 2018 | 18:59 WIB | LAPORAN:

. Rakyat Indonesia diimbau untuk berhati-hati dengan semua provokasi yang dilakukan oleh negara-negara barat untuk membenci Tiongkok, begitu juga sebaliknya.

Ekonom senior, Ichsanuddin Noorsy menekankan bahwa semua pihak tidak boleh larut dengan provokasi yang dilakukan oleh pihak barat, tapi pada saat yang sama, juga jangan mau diprovokasi Tiongkok untuk membenci barat.

"Saya ingin mengatakan, bangsa Indonesia dalam dua provokasi barat dan China. China memprovokasi kita untuk membenci barat," tegasnya dalam diskusi bertajuk "Pembangunan Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Mangkrak atau Batal?" di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/12).


Noorsy mengaku sudah memperingatkan sejak tahun 2016 lalu. Utamanya pada saat kasus dugaan penodaan agama yang dilakukan oleh Basuki T. Purnama alias Ahok sudah mulai bergulir. Ketika itu, ada 17 media asing yang mempresentasikan kalau kasus Ahok merupakan pertarungan antara umat Islam dengan agama lain.

Hal yang sama, lanjut dia, juga terjadi ketika hubungan Indonesia sangat baik dengan Tiongkok. Konkretnya, saat Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence dalam ajang G-20 yang mengingatkan untuk hati-hati dengan jebakan utang Tiongkok.

"Saya tanya balik apakah barat tidak menjebak, utang siapa bilang? Saya punya bukti banyak bahwa barat itu menjebak habis-habisan. Dan dia nginjak leher lebih sadis dari China, kalau China masukin tenaga kerja," sebutnya.

Ditambahkan Noorsy, semua pihak termasuk pemerintah harus menolak jebakan utang dari Tiongkok maupun barat.

"Kita tidak ingin diinjak-injak oleh Barat tapi kita juga tidak ingin diinjak-injak China, Enggak mau kita. Dua-duanya itu kita ambil sikap. Enggak ada ceritanya itu namanya barat dan China," pungkasnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

16 Negara Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Tujuh Wakil Asia

Senin, 29 Juni 2026 | 02:03

Prediksi Skor Babak 32 Besar

Senin, 29 Juni 2026 | 02:00

Bareskrim Gagalkan Peredaran 325 Kg Sabu Jaringan Thailand-Aceh

Senin, 29 Juni 2026 | 01:31

Segera Terbitkan Regulasi Pelarangan LGBT!

Senin, 29 Juni 2026 | 01:12

Forum Konferensi Republik Hasilkan Tiga Mandat

Senin, 29 Juni 2026 | 01:03

Mesir vs Iran: Stadion Berubah Jadi Arena Adu Gengsi Ribuan Tahun

Senin, 29 Juni 2026 | 00:38

Pelarangan Konferensi Republik di Kampus UI Tak Menumbuhkan Pesimisme

Senin, 29 Juni 2026 | 00:27

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

BPPKB Banten HDS Melepas Stigma Negatif terhadap Ormas

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:41

Forum Konferensi Republik Dibatalkan Sepihak oleh Kampus UI

Minggu, 28 Juni 2026 | 23:05

Selengkapnya