Berita

Foto: Net

Nusantara

Tim Biologi UGM: Kematian Penyu di Pantai Congot Bukan Dipicu Plastik

MINGGU, 23 DESEMBER 2018 | 13:15 WIB | LAPORAN:

Seekor penyu berjenis Lekang ditemukan mati di kawasan Pantai Congot, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogjakarta pada Minggu (9/12) lalu.

Penyu mati ini ditemukan oleh pemancing yang tengah mencari ikan. Kondisinya dikabarkan sangat mengenaskan karena dipenuhi oleh plastik. Bahkan dari lubang pembuangan (dubur) penyu itu pun keluar plastik.

Bersama para aktivis dari Wild Water Indonesia (WWI) Kulonprogo, penyu ini kemudian dikuburkan pada keesokan harinya, Senin (10/12).


Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) yang menggandeng Fakultas Biologi UGM ingin mencari tahu penyebab kematian penyu yang telah dikubur itu.

Para peneliti dari Biologi UGM lalu mendatangi kubur penyu di Congot. Mereka membongkar kubur, mengangkat bangkainya, memeriksa secara detil bagian yang masih tersisa, dan memastikan apakah ada plastik dalam bangkai itu.

Setelah tahap pemeriksaan berlangsung hampir 2,5 jam dan para peneliti tidak menemukan plastik pada tubuh penyu.

"Kami bongkar sampai perutnya tapi tidak ditemukan plastik sama sekali. Saya malah temukan ada ikan buntal di dalam perut penyu tersebut. Habis makan ikan buntal sepertinya," tutur dosen Fakultas Biologi UGM, Donan Satria Yudha dalam keterangannya.

Jika berdasarkan foto yang beredar di media sosial, menurut Donan, sepintas penyu yang ditemukan mati di Pantai Congot ini seperti mengeluarkan plastik dari lubang pembuangannya. Tetapi setelah dilakukan pengecekan, kata Donan, benda yang diduga plastik itu ternyata organ dalam penyu yang keluar dari lubang pembuangan.

"Saya pegang, saya raba itu bukan plastik. Dari hasil rabaan memang bukan plastik tapi organ dalam yang keluar. Karena kalau mati kan melembung dan pecah," terang Donan.

Donan menyebut jika kematian penyu tersebut bukanlah disebabkan oleh plastik seperti yang banyak disampaikan sejumlah LSM dan penggiat antikantong plastik.

Meskipun demikian, menurut dia, penyebab kematian penyu tersebut harus dicari tahu lebih lanjut.

"Kemungkinan besar memang tidak mati karena plastik. Karena tidak kita temukan plastik dari penyu itu," kata Donan.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Polisi Tangkap Pembacok Pegawai Toko Roti di Cengkareng

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:55

Bank Mandiri Gelar Mandiri Lelang Festival 2026, Penawaran 50% di Bawah Pasaran

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:51

KPK Jangan Omdo, Dugaan Korupsi Sinyal Kereta Harus Dibongkar Tuntas

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:40

DPR Sebut Skandal Seksual di Ponpes Pati sebagai Pelanggaran HAM Berat

Selasa, 05 Mei 2026 | 21:16

Unhas Siap jadi Pusat Unggulan MBG di Indonesia Timur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:50

Kapolri Siap Eksekusi 3.000 Halaman Rekomendasi Reformasi Polri

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:44

Kompetisi Perguruan Tinggi Tanpa Fondasi Keadilan

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:25

Pelanggaran Tambang Tidak Cukup Diselesaikan dengan Uang

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:00

KPK Kembangkan Penyidikan Baru Kasus OTT Anak Buah Bobby Nasution

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Terima 10 Buku Rekomendasi Reformasi Polri di Istana

Selasa, 05 Mei 2026 | 19:47

Selengkapnya