Berita

Murni Alit Baginda/Net

Dunia

Rumah Zakat Bantu Muslim Uighur Dengan Tiga Cara

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 15:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Aktivis HAM dunia dan banyak negara telah menekan Republik Rakyat Tiongkok terkait dugaan pelanggaran HAM terhadap etnis minoritas suku Uighur di Provinsi Xinjiang.

Tidak ketinggalan protes elemen masyarakat juga datang dari Indonesia salah satunya Rumah Zakat.

Desakan itu terus disuarakan meski RRT tidak mengakui penangkapan besar-besaran dan memasukkan sekitar 2 juta muslim Uighur ke dalam kamp konsentrasi, dan menyebutnya sebagai "pusat pelatihan kejuruan".


"Kami akan mendistribusikan bantuan bagi pengungsi Uighur di Turki, Cina dan Uzbekistan. Saat ini, tim kemanusiaan Rumah Zakat sedang mengurus visa keberangkatan ke sana," ungkap Chief of Program Officer Rumah Zakat, Murni Alit Baginda, Sabtu (22/12).

Untuk menggalang kepedulian masyarakat Indonesia, Rumah Zakat telah melakukan aksi simpatik dan doa bersama untuk Muslim Uighur yang diselenggarakan serentak di 8 kota pada Jumat kemarin.

Aksi simpatik tersebut dimaksudkan sebagai bentuk dukungan ril sembari terus melakukan langkah-langkah konkrit lainnya.

Rumah Zakat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membantu menyuarakan hak-hak warga muslim Uighur kepada dunia dengan cara-cara yang mungkin dilakukan.

Menurut Murni Alit Baginda, dengan dalih menekan terorisme, ekstremisme dan separatisme, pemerintah RRT melakukan operesi kepada muslim yang berada di Xinjiang.

Setidaknya tiga tahun terakhir tekanan terhadap kebebasan beragama muslim di Xinjiang terus berlangsung. Diantaranya larangan melakukan ibadah puasa di bulan Ramadan, larangan melakukan ibadah salat bagi para pekerja dan penahanan bagi warga yang dicurigai melakukan ibadah sebagai teroris dan eksterimis.

Puncaknya pada Desember 2018, kamp konsentrasi bagi muslim Uighur digunakan untuk "menginternalisasi keyakinan dan nasionalisme" sembari mengajak keluar dari keyakinan (agama) yang mereka peluk.

Selain ajakan kepedulian kepada masyarakat tertindas dan distribusi ke daerah-daerah pengungsian, Rumah Zakat juga ingin berupaya lebih jauh dengan melakukan pendekatan diplomasi dan dukungan politis.

"Dalam rangka itu Rumah Zakat bersama Indonesian Humanitarian Aid (IHA) rencananya akan bertemu Kementerian Luar Negeri pada hari Rabu depan, 26 Desember 2018," tutup Murni Alit Baginda. [rus]

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya