Berita

Politik

Prananda Paloh: Gus Dur Tauladan Politik Kemanusiaan

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 13:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur adalah sebagai figur ulama yang mampu menempatkan politik sebagai sarana dalam memperjuangkan kemanusiaan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Garda Pemuda Nasdem, Prananda Surya Paloh saat berziah ke makam Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, beberapa waktu lalu.

"Gus Dur adalah salah satu tauladan politik di Indonesia. Beliau mengajarkan kepada kita semua bahwa yang terpenting dari politik adalah kemanusiaan," kata Prananda dalam keterangannya, Sabtu (22/12).


"Indonesia patut berbangga memiliki putra terbaik bangsa seperti Gus Dur yang dengan kematangannya di bidang agama mampu mengintegrasikan nilai-nilai universal agama dan semangat nasionalisme," ucap anggota DPR ini menambahkan.

Lebih lanjut, Prananda mengatakan, apa yang telah diajarkan Gus Dur harus terus mengalir dalam nadi perpolitikan Indonesia. Terutama menghadapi tahun politik, harus tetap menjaga kondusifitas dan menempatkan kemanusiaan di atas kepentingan apapun.

Sebab akhir-akhir ini hoax, ujaran kebencian dan politik identitas atas nama agama seringkali menjadi alat kampanye bagi sebagian kelompok dalam meraih kekuasaan.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Garda Pemuda Nasdem, Moh. Haerul Amri menilai Gus Dur sebagai sosok kiai demokratis. Sebagai ulama sekaligus negarawan, Gus Dur dengan sikap keislaman dan keindonesiaannya menunjukkan bahwa Islam harus menjadi ruh bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Bahkan Gus Dur selalu menyatakan bahwa Islam itu agama demokrasi," ujar wakil ketua umum PP GP Ansor ini. [rus]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Prabowo Desak Bos Batu Bara dan Sawit Dahulukan Pasar Domestik

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Polisi Harus Ungkap Pelaku Serangan Brutal terhadap Aktivis KontraS

Sabtu, 14 Maret 2026 | 00:10

Aparat Diminta Gercep Usut Penyiraman Air Keras terhadap Pembela HAM

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Prabowo Ingatkan Pejabat: Open House Lebaran Jangan Terlalu Mewah

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:55

Bahlil Tepis Isu Batu Bara PLTU Menipis, Stok Rata-rata Masih 14 Hari

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:38

Purbaya Lapor Prabowo Banyak Ekonom Aneh yang Sebut RI Resesi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:32

Kekerasan Terhadap Pembela HAM Ancaman Nyata bagi Demokrasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:12

Setengah Penduduk RI Diperkirakan Mudik Lebaran 2026

Jumat, 13 Maret 2026 | 23:07

Mentan: Cadangan Beras Hampir Lima Juta Ton, Cukup Hingga Akhir Tahun

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:48

Komisi III DPR Minta Dalang Penyerangan Air Keras Aktivis KontraS Dibongkar

Jumat, 13 Maret 2026 | 22:32

Selengkapnya