Berita

Konflik di Yaman/Net

Dunia

PBB Setuju Kirim Tim Demi Pantau Gencatan Senjata Di Kota Pelabuhan Yaman

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 11:55 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui penyebaran pengamatnya ke Yaman untuk memantau gencatan senjata di pelabuhan Hodeidah Laut Merah.

Resolusi itu diajukan oleh Inggris dan merupakan subjek negosiasi yang sulit, dan diubah beberapa kali sebelum pemungutan suara pada hari Jumat (21/22).

Resolusi itu juga mendukung hasil pembicaraan damai yang diperantarai PBB di Swedia pekan lalu, ketika pihak-pihak yang bertikai Yaman sepakat untuk gencatan senjata yang mulai berlaku pada awal pekan ini.


Dutabesar Inggris untuk PBB Karen Pierce mengatakan bahwa monitor gencatan senjata PBB sangat dibutuhkan di Hodeidah dan kelompok inti mereka akan dikirim ke Yaman dalam beberapa hari.

Dalam fase kedua, Sekjen PBB Antonio Gutteres akan memiliki satu bulan untuk menentukan ukuran penuh dan ruang lingkup misi dan bagaimana itu akan memastikan pasukan mengosongkan kota dan pelabuhan.

"Guterres akan mengerahkan tim advance terlebih dahulu dan tim itu akan pergi dalam beberapa hari ke depan", kata Pierce.

"Dia perlu membawa orang ke sana dengan cepat dan oleh karena itu Dewan Keamanan telah bersedia memberikan wewenang kepada tim pendahulu selama 30 hari," sambungnyua seperti dimuaty Al Jazeera.

Sementara itu dutabesar Perancis untuk PBB, Francois Delattre mengatakan pemungutan suara dengan suara bulat mengirim sinyal kuat persatuan dan keterlibatan dewan dalam konflik di Yaman.

Para diplomat mengatakan misi pengamat PBB dapat terdiri dari 30 hingga 40 orang, yang bertugas memastikan penarikan pihak-pihak yang bertikai dari Hodeidah dan jalan aman bantuan kemanusiaan.

Para pengamat akan mengepalai tim pemantauan yang terdiri dari perwakilan pemerintah dan pemberontak, di bawah naungan Komite Koordinasi Penempatan Kembali. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya