Berita

Wirausahawan Korsel/Net

Bisnis

Korsel Diharapkan Bantu Pengembangan Startup Di Indonesia

SABTU, 22 DESEMBER 2018 | 02:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Indonesia memiliki peluang pasar terbesar dari seluruh negara di Asia Tenggara. Hal itu dibuktikan dengan kemunculan empat perusahaan rintisan atau startup di Indonesia yang berhasil masuk kategori unicorn.

Demi mengembangkan ekosistem startup tersebut, operator coworking space terbesar di Indonesia, CoHive menjalin kerja sama dengan Korea Trade-Investment Promotion Agency (Kotra).

Co-Founder & Chief Strategy Officer (CSO) CoHive, Ethan Choi berharap dengan kerja sama ini, Korea Selatan bisa membantu pembangunan infrastruktur yang dapat menunjang pengembangan startup di Indonesia.


“Tentunya dengan kemajuan teknologi yang dimilikinya,” jelas Ethan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/12).

Kedua perusahaan bahkan telah mempersiapkan proyek percobaan dengan mengundang entrepreneur dari Korsel untuk datang ke Indonesia.

Salah satunya, program "Korea-Indonesia Entrepreneurs Camp" yang diikuti para wirausahawan Korsel. Program ini berlangsung sejak tanggal 3 Desember hingga 27 Desember di Jakarta dan Bali.

Mereka diberi pelajaran mengenai pasar di Indonesia dan diajak bertemu startup asal Indonesia lewat akselerasi Ciputra Entrepreneurship Center (CEC). Selain itu, peserta juga akan menikmati manfaat dari CoHive dan Kotra.

“CoHive menawarkan para peserta dengan manfaat keanggotaan di coworking space milik CoHibe seperti harga yang menguntungkan. Sementara, Kotra akan menawarkan layanan mentoring dan membantu mereka menghubungkan mitra bisnis lokal dan pemerintah,” terang Ethan.

Direktur Utama Kotra Kim Hyun A menilai bahwa CoHive telah berhasil membangun komunitas startup terbesar di antara ruang coworking di Indonesia. Atas alasan itu, mereka berkolaborasi dengan perusahaan yang dulunya bernama Cocowork itu.

“Sepanjang kemitraan dengan CoHive, Kotra akan membawa pengusaha Korea ke komunitas CoHive dan menjembatani komunitas startup dua negara,” jelasnya. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya