Berita

Erdogan/Net

Dunia

Sambut Penarikan Pasukan AS, Turki Tunda Operasi Terbaru Di Suriah

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 23:34 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengatakan bahwa negaranya akan menunda operasi militer terhadap pejuang Kurdi Suriah di Suriah timur laut karena dia berhati-hati dalam menyambut keputusan Washington untuk menarik pasukannya di daerah tersebut.

Berbicara selama pidato di Istanbul, Erdogan mengatakan keputusan Amerika Serikat untuk menarik pasukannya dari Suriah beerarti Turki akan menunggu sedikit lebih lama sebelum meluncurkan operasi terbaru.

"Tentu saja, ini bukan periode tunggu terbuka," kata Erdogan seperti dimuat Al Jazeera, sambil menambahkan bahwa Turki saat ini sedang mengerjakan rencana untuk menetralkan unsur-unsur ISIS yang masih ada di Suriah.


Erdogan diketahui telah mengumumkan pada 12 Desember lalu bahwa Turki akan memulai serangan di Suriah utara dalam beberapa hari ke depan. Namun pasca keputusan terbaru Amerika Serikat, Erdogan menunda rencana tersebut. [mel]


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya