Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Senjata Api Dan Kecelakaan Mobil, Penyebab Utama Kematian Anak-anak Di AS

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 22:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kekerasan bersenjata dan kecelakaan mobil merupakan dua faktor utama pembunuh anak-anak di Amerika Serikat selama beberapa dekade terakhir.

Begitu bunyi data hasil analisis yang dirilis oleh University of Michigan pekan ini.

Laporan itu menemukan bahwa kecelakaan mobil menyumbang 20 persen dari semua kematian untuk anak-anak berusia 19 tahun dan lebih muda pada tahun 2016 lalu. Sementara senjata api menyumbang 15 persen dari kematian anak-anak di negeri Paman Sam.


Merujuk pada data lain, yakni penelitian yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine, tingkat fatalitas senjata untuk anak-anak Amerika Serikat adalah 36 kali lebih tinggi dari tingkat di negara-negara maju lainnya.

Antara tahun 2013 dan 2016, ada 28 persen peningkatan relatif dalam tingkat kematian akibat senjata api.

"Tingkat di Amerika Serikat adalah 36,5 kali lebih tinggi daripada tingkat keseluruhan yang diamati di 12 negara berpenghasilan tinggi lainnya," tulis para peneliti.

"Di antara kematian senjata api, 59 persen adalah pembunuhan, 35 persen kasus bunuh diri, dan 4 persen adalah luka yang tidak disengaja," tulis mereka.

Sementara itu editor eksekutif New England Journal of Medicine, mengatakan Amerika Serikat gagal melindungi anak-anak.

"Anak-anak di Amerika sedang sekarat atau terbunuh pada tingkat yang memalukan," kata Dr. Edward Campion dalam editorial yang berjalan di samping laporan itu.

"Kenyataan yang menyedihkan adalah bahwa seorang anak atau remaja di Amerika Serikat adalah 57 persen lebih mungkin untuk meninggal pada usia 19 tahun daripada orang-orang di negara-negara kaya lainnya," tambahnya seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya