Berita

White Helmets/Net

Dunia

Kelompok Bantuan White Helmets Terlibat Perdagangan Organ Tubuh Manusia?

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 22:29 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kelompok bantuan White Helmets yang didukung Barat dikabarkan terlibat dalam perdagangan organ tubuh manusia, dukungan logistik teroris dan penjarahan di Suriah.

Begitu bunyi laporan yang disampaikan oleh direktur Studi Yayasan Demokrasi yang berbasis di Rusia Maxim Grigoriev kepada PBB pekan ini.

Laporan ini didasarkan pada wawancara dengan lebih dari 100 saksi mata, termasuk 40 anggota White Helmets, 50 penduduk lokal dan 15 mantan pejuang teroris.


Selain itu, lebih dari 500 warga sipil juga disurvei di kota-kota Suriah, Aleppo dan Deraa.

"Ada banyak bukti yang membuktikan bahwa pusat-pusat White Helmets secara permanen terlibat dalam membangun benteng untuk posisi pertempuran bagi kelompok-kelompok bersenjata teroris dan ilegal yang telah memasok mereka dengan air dan makanan dan mengevakuasi teroris yang terluka dari garis depan," kata Grigoriev.

Grigoriev merinci bagaimana kelompok tersebut menyediakan dukungan logistik untuk kelompok-kelompok bersenjata, membantu mengangkut pasukan dan pasokan.

Peneliti melanjutkan dengan mengutip seorang anggota White Helmets dari kota Douma Suriah yang sebelumnya dihuni teroris.

"Orang-orang yang dievakuasi oleh White Helmets sering tidak kembali hidup," kata Grigoriev mengutip seorang saksi dari daerah tempat kelompok itu beroperasi.

"Sebagai contoh, seseorang menerima luka ringan, diselamatkan, dievakuasi dan kemudian dibawa kembali dengan perut mereka terbuka dan dengan organ dalam mereka hilang," sambungnya seperti dimuat Press TV.

Mengutip laporan dari anggota organisasi di kota Suriah Saqba, penelitian ini juga mengungkapkan korupsi yang luas dalam jaringan kelompok, dengan para pemimpin membuat keuntungan pribadi dari sumbangan, sedangkan anggota menjarah penduduk sipil.

"Kadang-kadang kami datang untuk membantu, memasuki sebuah flat, dan, jika kami menemukan emas atau perhiasan, disita," kata Grigoriev mengutip seorang anggota White Helmets di Douma.

"Dalam satu flat, ada seorang wanita yang merasa sakit, kami datang membantunya, menemukan beberapa emas dan mencurinya," tambahnya saat membaca kutipan itu. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Jutaan Orang Tak Sadar Terkena Diabetes

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:17

Kejati Sumut Lepaskan Tersangka Penadahan Laptop

Rabu, 14 Januari 2026 | 06:00

Sektor Energi Indonesia Siap Menggebrak Melalui Biodisel 50 Persen dan PLTN

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:35

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

Pasal Pembuka, Pasal Pengunci

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:21

Eggi Sudjana Perburuk Citra Aktivis Islam

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:19

Pratikno dan Jokowi Harus Dihadirkan di Sidang Sengketa Ijazah KIP

Rabu, 14 Januari 2026 | 04:03

Dugaan Pengeluaran Barang Ilegal di Cileungsi Rugikan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:45

Eggi Sudjana Konsisten Meyakini Jokowi Tak Punya Ijazah Asli

Rabu, 14 Januari 2026 | 03:15

Selengkapnya