Berita

Takeshi Iwaya/Reuters

Dunia

Jepang Tuduh Korsel Kunci Radar Berbahaya Di Pesawat

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 21:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Pertahanan Jepang Takeshi Iwaya melayangkan protes keras kepada Korea Selatan pada hari Jumat (21/12) setelah pesawat perusak Korea Selatan diduga mengunci radar penargetannya pada pesawat pengintai Jepang.

Iwaya mengatakan bahwa tindakan itu merupakan hal yang sangat berbahaya dan dapat menyebabkan situasi tak terduga.

"Sangat disesalkan bahwa kejadian kali ini terjadi," kata Iwaya.


"Kami akan mendesak Korea Selatan untuk mencegah terulangnya hal ini," tambahnya.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan bahwa pesawat perusaknya melakukan operasi rutin.

"Kami mengoperasikan radar sebagai bagian dari operasi tetapi itu tidak dimaksudkan untuk melacak pesawat patroli Jepang," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

"Kami telah berbicara dengan pihak Jepang tentang masalah ini tetapi akan memberikan penjelasan lebih lanjut sehingga tidak ada kesalahpahaman yang akan terjadi," sambungnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya