Berita

Cristina Fernandez/BBC

Dunia

Terlibat Skandal Buku Catatan Korupsi, Mantan Presiden Wanita Ini Segera Diadili

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 19:33 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mantan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner akan diadili karena kasus korupsi yang menjeratnya.

Putusan pengadilan federal Argentina menyebut bahwa dia dituduh menerima jutaan dolar uang suap selama 12 tahun dalam apa yang dikenal sebagai skandal "buku catatan korupsi".

Fernandedez, yang sekarang menjadi senator, membantah melakukan semua tuduhan yang dilayangkan padanya dan mengklaim tuduhan itu bermotif politik. Dia memiliki kekebalan dari hukuman penjara.


Tiga dari rumahnya digerebek pada bulan Agustus sebagai bagian dari investigasi kriminal.

Fernandez dituduh berada di pusat keributan korupsi besar-besaran di mana jutaan dolar uang suap dibayar oleh pengusaha kepada pejabat pemerintah.

Tuduhan itu berasal dari sederetan catatan yang disimpan oleh Oscar Centeno, yakni seorang sopir untuk pejabat pekerjaan umum, antara tahun 2005 dan 2015.

Dalam buku catatan itu, Centeno menulis tentang pengiriman uang tunai dari bos konstruksi kepada pejabat pemerintah, yang menurut jaksa berjumlah sekitar 160 juta dolar AS.

Dikabarkan BBC, buku catatan Centeno termasuk referensi untuk uang pembayaran Fernandez dan almarhum suaminya, Néstor Kirchner.

Fernández diketahui menjabat sebagai presiden untuk dua periode berturut-turut, dari 2007 hingga 2015, setelah menggantikan suaminya yang menjadi presiden dari 2003 hingga 2007. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya