Berita

Konferensi Pers Komnas HAM/RMOL

Hukum

Komnas HAM Desak Kapolri Bentuk TGPF Kasus Novel

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 16:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, hingga hari ini pihak kepolisian belum juga bisa mengungkap siapa pelakunya.

Komnas HAM mendesak Kapolri, Jenderal Tito Karnavian beserta jajarannya untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan dengan melibatkan masyarakat.

"Kepada Kapolri untuk membentuk TGPF untuk mengungkap fakta peristiwa dan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Dengan melibatkan KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan," ujar Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sanrayati Moniaga, di Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakpus, Jumat (21/12).


Komnas HAM juga meminta pihak kepolisian untuk serius menangani persoalan Novel Baswedan yang dianggap terlalu berlarut dan tak kunjung membuahkan hasil.
Karenanya, pembentukan TGPF dari pihak kepolisian dinilai dapat membantu menyelesaikan kasus Novel.

"TGPF harus dibentuk sesegera mungkin, bekerja cepat, efektif sesuai prosedur yang berlaku," tegas Sandra.

Sebelumnya, Komnas HAM telah memberikan laporan terakhir atas kasus Novel kepada Polri dan KPK. [lov]


Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Wall Street Hijau Berkat Inflasi AS Melandai

Rabu, 15 Juli 2026 | 08:16

Danantara Dorong Hilirisasi Mineral untuk Wujudkan Indonesia Pemain Utama Global

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:55

AS Serang Iran dan Tutup Akses Pelabuhan di Selat Hormuz

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:40

Logam Mulia Melesat Didorong Melandainya Inflasi AS, Emas Tembus 4.000 Dolar AS

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:20

Bursa Eropa Rebound, Inflasi AS Melandai Redakan Kekhawatiran Investor

Rabu, 15 Juli 2026 | 07:11

PFI Dukung Zakat Jadi Pengurang Pajak

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:52

Kuliner Viral Hair Croissant Tak Bisa Disertifikasi Halal

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:21

Prancis Mati Kutu

Rabu, 15 Juli 2026 | 06:05

Karyawan BUMN Bakal Diwajibkan Salurkan Zakat Lewat Baznas

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:37

TPPU Bukan soal untuk Apa Uangnya, tapi soal Asal Usulnya

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:34

Selengkapnya