Berita

Ghosn/Net

Dunia

Eks Kepala Nissan Jepang Kembali Ditangkap

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 15:27 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jaksa penuntut di Jepang kembali menahan mantan kepala Nissan, Carlos Ghosn.

Penahanan kembali itu mengakhiri harapan Ghosn untuk mendapatkan pembebasan lebih awal dari penahanan atas tuduhan pelanggaran keuangan.

Ghosn, yang telah ditahan selama lebih dari sebulan, ditangkap kembali pada Jumat pagi (21/12) karena dicurigai melanggar kepercayaan dan bisa menghadapi 10 hari lagi dalam tahanan.


Sebelumnya beredar spekulasi bahwa dia bisa dibebaskan dengan jaminan setelah pengadilan tiba-tiba menolak permintaan penuntutan untuk memperpanjang penahanannya untuk pertanyaan lebih lanjut.

Namun Ghosn justru kembali ditangkap, kali ini karena kecurigaan menggunakan dana Nissan untuk menutupi kerugian senilai 1,85 miliar yen yang dia peroleh dari perdagangan derivatif pada tahun 2008.

"Terdakwa bertanggung jawab untuk mengelola keseluruhan operasi Nissan dan untuk memenuhi secara penuh perannya sebagai kepala eksekutif untuk tidak menyebabkan kerusakan pada Nissan dan anak perusahaannya. Tetapi dia mengambil tindakan yang mengkhianati perannya dan menyebabkan kerusakan finansial pada Nissan," kata Jaksa penuntut.

Ghosn pertama kali ditangkap pada 19 November lalu karena diduga tidak melaporkan upahnya sekitar 5 miliar yen antara tahun 2011 dan 2015. Selain itu dia dan mantan eksekutif Nissan Greg Kelly, yang juga ditahan, diduga terus tidak melaporkan pendapatan Ghosn hingga Maret tahun ini. Total yang tidak dilaporkan sebesar 4 miliar yen. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya