Berita

Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe/Net

Dunia

Lawan Ancaman China, Jepang Dorong Anggaran Pertahanan

JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 13:25 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Jepang mengumumkan bahwa anggaran pertahanannnya akan naik ke rekor 47 miliar dolar AS untuk tahun fiskal berikutnya.

Peningkatan anggaran pertahanan ini dilakukan karena negeri sakura tersebut saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan pertahanan misilnya dan menyebarkan jet siluman dalam upaya untuk melawan kekuatan China di kawasan.

Pengeluaran pertahanan adalah bagian dari anggaran nasional sebesar 912 miliar dolar AS untuk tahun fiskal yang dimulai pada 1 April 2019 dan disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Shinzo Abe.


Pemerintah Jepang memutuskan untuk menyisihkan 5,26 triliun yen atau setara dengan 47 miliar dolar AS untuk pertahanan. Jumlah ini memecah rekor kelima berturut-turut atas peningkatan anggaran.

Alokasi dana pertahanan 2019 sendiri mencakup pembelian enam jet siluman F-35A, dan sebagian akan digunakan untuk kapal induk pertama Jepang sejak Perang Dunia II.

Anggaran itu adalah alokasi awal rencana pertahanan lima tahun baru Jepang dan diumumkan awal pekan ini sebagai langkah terbaru dalam serangkaian langkah di bawah kepemimpinan Abe untuk meningkatkan militer nasional.

Dalam program multi-tahun hingga Maret 2024, Jepang akan meningkatkan dua kapal induk helikopter yang ada sehingga mereka dapat meluncurkan pesawat tempur.

Pemerintah Abe berpendapat bahwa upaya itu diperlukan mengingat meningkatnya tantangan pertahanan di kawasan itu, bersamaan dengan kekhawatiran yang kuat tentang perluasan jejak militer China.

Selain itu, Jepang juga tetap waspada terhadap janji-janji Korea Utara untuk menanggalkan senjata nuklir dan rudal balistik.

"Peningkatan anggaran pertahanan Jepang secara langsung ditujukan untuk melawan ancaman militer China," kata profesor politik internasional dan keamanan regional di Universitas J.F. Oberlin, Tokyo, Akira Kato seperti dimuat Channel News Asia.

"Penguatan anggaran juga merupakan bagian dari upaya Jepang untuk membeli lebih banyak peralatan militer AS sehingga dapat menghindari perang dagang dengan Washington," tutupnya. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya