Berita

Politik

KISRUH HMI

Respiratori Saddam Bukan Imam Yang Baik

Badko Dan Cabang Juga Ajukan Mosi Tak Percaya
JUMAT, 21 DESEMBER 2018 | 01:10 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Kepemimpinan Respiratori Saddam Al Jihad bukan hanya digugat fungsionaris Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Desakan posisi Saddam sebagai ketua umum PB HMI dievaluasi juga disampaikan para pengurus Badko dan cabang. Saddam disebut bukan imam yang baik.

"Kami berharap ketua umum mundur dari jabatannya secara teratur," kata Ketua Umum HMI Cabang Palembang Arif Wicaksono dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (21/12).

Dia meminta Majelis Pengawas dan Konsultasi (MPK) PB HMI tidak diam. MPK harus mengambil sikap agar kisruh internal bisa cepat terselesaikan karena sangat menghambat proses perkaderan struktural maupun proses training.


Kisruh internal HMI menyeruak setelah munculnya mosi tidak percaya dari sejumlah fungsionaris PB HMI. Mosi tidak percaya disampaikan Sekjen Arya Kharisma Hardy, Ketua Bidang Pembinaan Aparatur Organisasi Rahim Key dan Ketua Bidang Lingkungan Hidup Robbi Syahrir. Mereka menyebut perilaku amoral dan reshuffle yang dilakukan Saddam bertentangan dengan konstitusi organisasi.

Baca: Perilaku Amoral Termasuk Alasan Mosi Tak Percaya Terhadap Ketum PB HMI

Sikap yang sama disampaikan HMI Manado. HMI Manado meminta Saddam segera merespons mosi tak percaya yang diajukan terhadap dirinya.

"Segera sampaikan klarifikasi atau mundur dari jabatan ketum," kata Ketua HMI Cabang Manado, Iman Karim.

Ketua Umum Badko Sumut Muhammad Alwi Hasbi Silalahi menyebut Saddam sudah tak layak memimpin HMI. Dugaan perilaku amoral  Saddam sudah menjadi rahasia umum. Dia mendesak Saddam mundur.

"Ketua umum itu adalah panutan, ketua umum itu adalah imam. Ketika hari ini imam kita sudah ternodai, saya minta kerendahan hati untuk mundur demi nama baik HMI," katanya.

Mosi tidak percaya juga disampaikan Korps HMI-wati Cabang Seram Bagian Timur. Mosi tidak percaya disampaikan Ketua Kohati cabang Seram Bagian Timur, Nurrama Romatiga.

"Kami menyampaikan mosi tidak percaya pada ketua umum PB HMI atas dugaan skandal yang melibatkan namanya, sekaligus mendesak Kohati PB HMI bersikap rasional membela perempuan Indonesia demi tercapainya tujuan Kohati," katanya.[dem]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Miris! Hafalan Al-Qur’an Jadi Bahan Permainan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:11

OJK Dukung Pemprov DKI Terbitkan Obligasi Daerah

Kamis, 13 Agustus 2026 | 02:00

Jangan Main Hakim Sendiri terkait Kasus Hafalan Al-Qur'an Berhadiah Miras

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:48

Dua ASN Ditjen Pajak Jadi Tersangka Korupsi PT TPL

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:23

Tak Ditemukan Luka Luar di Jenazah Sutrimo

Kamis, 13 Agustus 2026 | 01:06

Pemprov DKI Pastikan Miliki Kapasitas Keuangan Terbitkan Obligasi

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:26

Walkot Jakut Imbau Masyarakat Tetap Tenang soal Kasus Promosi Miras di Ancol

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:19

Kemendag Perluas Akses Pasar Produk UMKM dengan Libatkan Ritel Modern

Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:02

Furikake dan Tantangan Pangan Bergizi: Jangan Berhenti pada Produknya

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:51

Utang Pemerintah Tembus Rp10.000 Triliun

Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:41

Selengkapnya