Berita

Ilustrasi/Net

Publika

UJI NYALI DI TERNATE

Kolaborasi Jagaters Dan Acis

KAMIS, 20 DESEMBER 2018 | 20:09 WIB | OLEH: JOKO INTARTO

JAGATERS dan Acis dua perusahaan berbeda. Jagaters penyedia jasa live streaming dan webinar. Acis penyedia network dan pemilik bonding encoder multi SIM card.

Kedua perusahaan ini sepakat berkolaborasi untuk menghadirkan layanan yang lebih baik kepada para pelanggan. Dua produk yang ditawarkan adalah: Layang dan Monars.

Layang merupakan kependekan dari langsung tayang. Layanan siaran langsung dari mana saja di seluruh Indonesia dengan media publish Facebook Live, Youtube Live, Instagram Live maupun own website.


Sedangkan Monars adalah singkatan mobile webinar system, merupakan layanan video conference untuk penyelenggaraan seminar, training dan meeting online yang bisa diakses melalui platform webinar. Monars mampu mengakomodasi hingga 10.000 peserta dari seluruh dunia dalam satu event.

Penjajakan kerjasama dilakukan sejak awal Desember lalu. Hasil pembicaraan saat itu kemudian dilanjutkan dengan serangkaian ujicoba teknik. Hasilnya, kedua pihak setuju untuk menjalin kerjasama yang saling mendukung.

Jagaters menyiapkan manpower, hardware dan software untuk produksi siaran langsung dan webinar, sedangkan Acis menyiapkan manpower, hardware dan software bonding encoder untuk menyiapkan jaringan internet berbasis selular multi SIM yang stabil.

Kedua belah pihak juga sepakat untuk membentuk tim pemasaran bersama dalam satu atap. Dengan demikian, customer akan lebih mudah dalam memperoleh solusi jasa siaran langsung, jasa webinar dan jasa penyediaan jaringan internet berkecepatan tinggi berbasis selular.

Menindaklanjuti kerjasama ini, Jagaters dan Acis akan melakukan presentasi bersama menggunakan Monars sebagai sistem belajar jarak jauh untuk ratusan pesantren di Jawa Barat, pekan depan. Demo webinar direncanakan mengundang Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, baik secara offline maupun online.

Setelah Jakarta dan Jawa Barat, uji coba bonding encoder mulai menyasar luar Jawa. Daerah pertama yang dipilih adalah Ternate, di Maluku Utara.

Sebagaimana diketahui, kualitas konektivitas digital di Ternate belum begitu baik. Masih banyak yang jaringan internetnya buruk. Tidak stabil. Jangankan untuk mengirimkan video. Untuk mendownload foto saja sering lemot.

Uji coba dilakukan seorang praktisi teknik yang dulu bekerja di Net TV untuk siaran langsung video berkualitas HD ke wowza server di data center Jakarta. Direncanakan, pengujian berlangsung hingga tanggal 23 Desember 2018.

Sebelum berangkat ke Ternate malam ini, tim penguji telah melakukan testing beberapa kali di Jakarta. Hasil simulasi merekomendasikan perangkat bisa digunakan di Ternate dengan menggunakan jaringan Telkomsel.

Salah satu manfaat encoder bonding multi SIM card adalahmeningkatkan kapasitas bandiwdth di daerah sulit. Dengan kemampuan ini, encoder bonding berpeluang sebagai solusi bagi kantor, sekolah, pesantren, kampus dan klinik yang membutuhkan bandwidth stabil tetapi kondisi infrastrukturnya masih terbatas. [***]


Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya