Berita

Deklarasi JKSN DKI Jakarta/Net

Politik

JKSN Jakarta Juga Siap Menangkan Jokowi-Ma'ruf

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 21:38 WIB | LAPORAN:

Jaringan Kiai Santri Nasional (JKSN) terus mengembangkan kekuatan di berbagai wilayah untuk memenangkan pasangan petahana Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

Terbaru, JKSN wilayah Jakarta mendeklarasikan dukungan untuk Jokowi-Ma'ruf yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Rabu (19/12).

Deklarasi JKSN sebelumnya sudah dilakukan di sejumlah provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, termasuk luar negeri seperti Malaysia, Hongkong, Mesir, dan akan menyusul Taiwan.


Penggagas sekaligus Koordinator Nasional JKSN Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, deklarasi untuk menunjukkan bahwa jaringan Nahdlatul Ulama kultural cukup banyak yang ingin memberikan dukungan secara konkret kepada Jokowi-Ma'ruf. Hanya saja jalurnya selama ini belum ada.

"Ini sebetulnya kanalisasi dari energi positif yang mereka ingin support untuk kemenangan Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf," katanya.

Khofifah yang juga ketua umum PP Muslimat NU menuturkan, permintaan untuk deklarasi JKSN terus mengalir dari berbagai daerah dan luar negeri.

"Mereka akan bersama-sama menjadi satu kesatuan untuk suara di DKI. Jadi mudah-mudahan JKSN DKI akan menjadi kenyataan bahwa suplai suara untuk kemenangan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf. Tentu selain dari pemilih DKI adalah pemilih di luar negeri yang luar biasa semangat mereka," paparnya.

Menurut Khofifah, basis suara JKSN adalah NU kultural, diantaranya para pengasuh pondok pesantren. Selama ini mereka tidak memiliki kanal untuk menyalurkan dukungan pada Pilpres 2019.

"Mereka bisa menemukan kanal baru untuk bisa membangun efektivitas dukungan kemenangan Pak Jokowi-Kiai Ma'ruf," kata gubernur Jawa Timur terpilih itu.

Dewan Pembina JKSN KH Asep Syaifuddi Chalim menambahkan, melalui jaringan yang dibangun pihaknya bertekad merekatkan para kiai NU struktual dan kultural.

"Dan itu tidak berlebihan karena di JKSN ada Ibu Khofifah, karena Muslimat NU kan se-Indonesia. Dan ada Pergunu (Persatuan Guru NU) di mana saya menjadi ketua umumnya, sehingga mereka vertikal apa yang kita ucapkan ya itu (mengikuti)," bebernya. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya