Berita

Foto: Dok

Politik

Usung Keranda Dan Bendera Kuning, Ratusan Awak Mobil Tanki Jalan Kaki Tanjung Priuk - Istana Negara

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 15:34 WIB | LAPORAN:

Ratusan pekerja yang merupakan supir dan awak mobil tanki di PT Pertamina berjalan kaki dari Tanjung Priuk, Jakarta Utara ke Istana Negara, Rabu pagi (19/12).

Para pekerja yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tanki Indonesia (SPAMTI) itu menuntut kesejahteraan mereka yang terkendala selama dua tahun terakhir.

Ismael, salah seorang pengunjuk rasa yang mengkoordinir barisan massa menyampaikan, upah lembur mereka tidak dipenuhi sudah dua tahun. Meski sudah melakukan protes dan meminta tuntuntan berkali-kali ke manajemen PT Pertamina, tidak digubris.


“Kami ke istana negara, meminta presiden Jokowi turun tangan memenuhi tuntutan kami,” tutur Ismael.

Para pekera melakukan long march yang dimulai sekitar pukul tujuh pagi. Dari atas mobil komando, secara bergantian para koordinator lapangan berorasi melalui pengeras suara di sepanjang jalan. Sejumlah anggota kepolisian tampak menjagai barisan aksi yang long march.

Dua buah keranda mayat diusung peserta aksi dengan berjalan kaki. Mereka berjalan di belakang mobil komando.

Selain membawa bendera serikat pekerja, spanduk dan umbul-umbul serta poster berisi tuntutan, sejumlah peserta aksi juga membawa bendera kuning, sebagai simbol orang mati.

"Sudah mati nurani manajemen, sudah mati kepedulian manajemen. Tidak peduli dengan nasib kami," ujar Ismael.

Ismael menyampaikan, sudah dua tahun ini mereka memperjuangkan upah lembur yang tak kunjung diberikan. Para pekerja yang masuk kategori pekerja BUMN itu pun tidak mengerti lagi bagaimana menuntut hak-hak mereka, selain menggelar aksi unjuk rasa.

Ada sebanyak 2119 awak mobil tanki yang tidak mendapatkan upah lembur selama dua tahun terakhir ini.

Menurut Ismael, semuanya bekerja di sekitar Pelabuhan Tanjung Priuk dan di beberapa bagian yang diperintahkan. Hari ini, sebanyak 500-an awak mobil tanki mendatangi Istana Negara, berunjuk rasa dan menyampaikan tuntutan ke Presiden Joko Widodo.

Keranda mayat dan bendera kuning serta tuntutan-tuntutan di spanduk dan poster-poster akan disampaikan ke orang Istana.

"Sampai orang Istana mau mendengar dan memenuhi tuntutan kami," ujar Ismael.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya