Berita

Prabowo Subianto/Net

Politik

Pidato 'Negara Punah' Prabowo, Andi Arief Sindir Pencibir Tidak Paham Sejarah Peradaban Dunia

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 11:17 WIB | LAPORAN:

Pidato Prabowo Subianto soal negara bisa punah mestinya dijawab dengan ilmiah, bukan justru menjadi bahan cibiran.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Andi Arief mengatakan, teori kepunahan massal atau negara sebetulnya sudah lama dikemukakan intelektual kelas dunia.

"Seharusnya diseriuskan perdebatannya," kata Andi Arief di Jakarta, Rabu (19/12).


Andi Arief lantas menyebutkan beberapa faktor melatari peradaban punah. Yakni di antaranya perang, penyakit, kelaparan, perubahan iklim,bencana, melenyapnya spesies secara perlahan, dan kecilnya tingkat kelahiran.

Menurut dia, kepunahan yang alamiah atau akibat salah urus manusia dan kekuasaan adalah dua hal yang sama misterinya jika tidak dipelajari gejalanya.

"Mungkin yang dimaksud Pak Prabowo adalah yang kedua," tengarainya.

Bagi yang tidak memahami punahnya peradaban pernah terjadi selama lima kali sebelum adanya peradaban saat ini, maka pidato Prabowo akan dimaknai menakut-nakuti.

Padahal baik penjajahan ataupun perang, menurut dia, pasti berpotensi memusnahkan. Termasuk perang modern yang sedang terjadi sekarang.

"Punahnya keindonesiaan kita bisa saja terjadi sebagaimana punahnya kenusantaraan kita akibat kolonialisme," terangnya seraya mengutip istilah khas pakar filsafat, Rocky Gerung, "Dungu bisa memusnahkan akal sehat kita." [wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya