Berita

Politik

Demokrat Yakin Ada Institusi Siluman Jadi Mastermid Kasus Baliho Rusak Di Pekanbaru

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 09:37 WIB | LAPORAN:

Partai Demokrat telah mendapat informasi dan kesaksian dari berbagai sumber menyangkut pihak mana yang merusak bendera dan baliho penyambutan Ketum PD, Susilo Bambang Yudhoyo di Pekanbaru, Riau.

Dalam jumpa pers bersama kader utama di kantor pusat Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa petang (18/12),  Sekjen PD, Hinca Panjaitan menegaskan, kasus perusakan atribut mereka di Pekanbaru, tidak bisa dianggap sepele. Karena jumlah tribut milik mereka yang rusak, diturunkan, dan dibuang oleh orang tak dikenal bukan hanya satu, tapi mencapai ratusan.

"Perusakan, perobekan, dan penghilangan baliho SBY dan Partai Demokrat berjumlah ratusan dan terjadi di malam hari hingga dini hari tanggal 15 Desember," kata Hinca.


Jumpa pers ini digelar setelah rapat darurat di kediaman Ketum PD, Susilo Bambang Yudhoyono di Mega Kuningan, Jakarta Selatan. 

Hinca menjelaskan, awalnya Satgas Rajaswali menangkap salah seorang pelaku berinsial HS dan telah ditanyai selama satu jam tentang siapa yang menyuruhnya merusak atribut PD.

"Informasi yang diyakini kebenarannya berupa percakapan 'pejabat A' dengan 'pejabat B'. Informasi lain dari 'pejabat C' yang terima permintaan dari 'institusi X'," papar PD tanpa merinci secara detail nama pejabat dan institusi dimaksud.

Hinca hanya menyebutnya sebagai institusi siluman.

"Demokrat yakin ada institusi siluman yang jadi mastermind, inisiator, bahkan memerintahkan perusakan secara massif dan terorganisir atribut PD tersebut," terang Hinca.

Partai Demokrat juga meyakini perusakan tersebut tanpa sepengetahuan Presiden Jokowi. [wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya