Berita

Hidayat Nur Wahid/Net

Politik

PILPRES 2019

HNW: Prabowo Tidak Bermaksud Menakut-Nakuti Masyarakat

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 09:35 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

. Pernyataan Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali menuai kontroversi. Pasalnya, Prabowo menyebutkan Indonesia akan punah jika pihaknya tidak memenangkan Pilpres 2019.

Wakil Ketua Dewan Penasehat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid mengatakan hal itu harus dilihat secara utuh konteks pembicaraannya. Dia meyakini bahwa Prabowo tidak bermaksud ke arah situ.

"Saya tidak yakin beliau (Prabowo) ngomong seperti itu dengan makna seperti itu," ujar HNW kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarya, Rabu (19/12).


Menurut HNW, biasanya pernyataan Prabowo yang dianggap kontroversial dipahami tidak secara utuh. Sehingga potensi terjadinya missinterpretasi sangat mungkin terjadi.

"Hanya tadi saya sampaikan bahwa rekan-rekan media jangan jadi timses untuk kemudian memotong-motong berita sehingga kemudian menghadirkan pemahaman yang salah," tutur politisi senior PKS ini.

Lebih lanjut, HNW menilai pernyataan Prabowo adalah tidak bermaksud menakut-nakuti masyarakat. Tapi, untuk meneguhkan komitmen agar Indonesia maju dan terbebas dari utang-utang.

"Jadi saya yakin bahwa beliau (Prabowo) tidak pernah bermaksud untuk menakut-nakuti rakyat agar Indonesia punah. Perkiraan saya, maksud beliau adalah bahwa beliau ingin menegaskan komitmen beliau untuk Indonesia agar Indonesia betul-betul bisa maju, terbebas dari beragam permasalahannya, termasuk utang-utangnya," paparnya.

Untuk itu, HNW mengimbau kepada awak media untuk menyajikan informasi yang utuh tanpa memotong konteks pembicaraan.

"Ini adalah bagian-bagian yang penting dibaca secara utuh. Jangan dipotong-potong supaya tidak menimbulkan kegaduhan yang tidak jelas. Karena media bukan timses," tutupnya. [rus]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya