Berita

Foto: Net

Politik

Kongres KNPI Gagal, Intelektual Muda Islam Desak Plt Gubernur Aceh Mundur

RABU, 19 DESEMBER 2018 | 06:39 WIB | LAPORAN:

Kongres Ke-VI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) yang dijadwalkan 15-18 Desember 2018, gagal terselenggara di Aceh.  

Kegagalan ini dianggap sebagai ketidakbecusan Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah dalam memimpin provinsi yang dikenal sebagai Serambi Mekah itu.

Jaringan Intelektual Muda Islam (Jimi) pun mendesak Nova Iriansyah segera mundur saja.


Ketua Umum Jaringan Intelektual Muda Islam (JIMI) Don Zakiyamani menyampaikan, Plt Gubernur Aceh Nova Irisansyah telah mempermalukan Aceh.

"Dia telah mempermalukan Aceh. Mundur saja dari jabatan Plt Gubernur,” tutur Ketua Umum JIMI, Don Zakiyamani, dalam keterangan persnya, Rabu (19/12).

Dewan Pimpinan Pusat KNPI telah memutus pemindahan lokasi penyelenggaraan kongres ke Jakarta.

Hal itu diketahui setelah adanya pemberitahuan melalui surat elektronik yang disampaikan kepada pimpinan Organisasi Kepemudaan (OKP) Nasional dan Ketua DPD KNPI Provinsi se-Indonesia.

“Menurut kami, ada kegagalan berpikir yang dialami pemerintah Aceh di bawah Nova. Kegagalan berpikir pemerintah Aceh telah berimbas pada kegagalan pemuda Aceh dalam forum nasional. Kita sayangkan lemahnya dukungan dari pemerintah Aceh. Padahal Aceh secara umum pantas menjadi tuan rumah kegiatan tersebut," ujar Don.

Diakuinya memang KNPI tidak segiat Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam melaksanakan kegiatan nasional.

Don mencontohkan, Kongres HMI XVII pada tahun 1988 di Kota Lhokseumawe, Aceh, sangatlah sukses. KNPI tak perlu malu belajar bagaimana HMI dapat sukses melaksanakan kongres yang juga menghadirkan seluruh cabang dan BADKO HMI se-Indonesia.

Atas kegagalan ini, menurut Don, KNPI Aceh sebaiknya bersikap tegas kepada pemerintah setempat di bawah Plt Gubernur.

"Kami menilai Nova tidak menghargai keputusan Irwandi Yusuf yang sudah sepakat membantu kongres KNPI. Kongres KNPI bukan hanya ajang reposisi organisasi akan tetapi promosi daerah terutama wisata," ujarnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya