Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Jepang Bersiap Percepat Pembelian Peralatan Miliiter

SELASA, 18 DESEMBER 2018 | 11:46 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Jepang akan mempercepat pengeluaran untuk pembelian jet tempur siluman canggih, rudal jarak jauh, dan peralatan militer lainnya selama lima tahun ke depan untuk mendukung pasukan Amerika Serikat yang menghadapi militer China di Pasifik Barat.

Begitu bunyi dua surat pertahanan pemerintah baru, seperti dimuat Reuters awal pekan ini.

"Amerika Serikat tetap merupakan negara yang paling kuat di dunia, tetapi persaingan nasional sedang muncul dan kami mengakui pentingnya persaingan strategis dengan China dan Rusia saat mereka menantang tatanan regional," kata garis besar program pertahanan 10 tahun yang disetujui oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.


Surat yang sama menyebut bahwa Amerika Serikat, diikuti oleh China, Korea Utara dan Rusia, adalah negara-negara yang paling mempengaruhi pemikiran militer Jepang terbaru.

China diketahui mengerahkan lebih banyak kapal dan pesawat untuk melakukan patroli di perairan dekat Jepang, sementara Korea Utara belum memenuhi janji untuk membongkar program nuklir dan rudalnya.

Selain itu, Rusia, yang terus menyelidiki pertahanan udara Jepang, mengatakan bahwa mereka telah membangun barak baru untuk pasukan di sebuah pulau utara yang diambilnya dari Jepang pada akhir Perang Dunia II.

Sedangkan Jepang sendiri, menurut rencana pengadaan lima tahun terpisah yang disetujui, berencana untuk membeli 45 pesawat tempur siluman Lockheed Martin Corp F-35, senilai sekitar 4 miliar dolar AS, di samping 42 jet yang sudah dipesan.

Pesawat baru akan mencakup 18 short take off dan vertical landing (STOVL) B varian F-35 yang ingin disebarkan perencana di pulau Jepang di sepanjang tepi Laut China Timur.

Pulau-pulau itu adalah bagian dari rantai yang melintasi Taiwan dan turun ke Filipina yang menandai batas dominasi militer China di sebelah timur Laut China Selatan yang disengketakan.

Selain itu, dua kapal induk helikopter besar, Izumo dan Kaga, akan dimodifikasi untuk mengakomodasi operasi F-35B.

Kapal-kapal kelas Izumo sepanjang 248 meter itu adalah sebesar kapal induk Jepang di Perang Dunia II. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya