Berita

Foto: Net

Politik

PKB Sulit Masuk Tiga Besar, Jokowi Hanya Lips Service

SELASA, 18 DESEMBER 2018 | 07:29 WIB | LAPORAN:

Presiden Jokowi sekadar menyenangkan para kader dan petinggi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan prediksinya bahwa partai pimpinan Muhaimin Iskandar itu akan masuk tiga besar pemenang Pemilu 2019.

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi menjelaskan, posisi PKB sangat sulit untuk masuk jajaran tiga besar karena partai itu bukanlah satu-satunya rumah politik warga nahdiyin.

"Jadi itu hanya lips service Jokowi saja kepada PKB," kata
Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/12).

Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM), Bin Firman Tresnadi berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/12).

Kemarin, di hadapan peserta konsolidasi caleg PKB dan elitnya di Balai Sarbini, Jakarta, Jokowi mengaku melihat energi semua kader PKB yang tercipta dari tingkat elektabilitas yang kian meroket. Jika energi itu tetap dipertahankan, ia memprediksi PKB akan masuk jajaran tiga besar partai pemenang Pemilu.

Bin Firman pun memaparkan, berdasarkan survei terakhir IDM, PKB di urutan ke-5 dengan perolehan suara 6,7 persen. Dengan persentase ini akan sangat sulit menggeser Partai Golkar yang berada pada posisi ke-3 Pemilu tahun 2014. Paling memungkinkan PKB berada pada papan tengah di bawah Gerindra, PDI Perjuangan, Golkar dan Demokrat.

"Sulit bagi PKB untuk dongkrak naik, tapi juga sulit untuk dilewati partai-partai papan tengah seperti PAN, PKS, Nasdem ataupun PPP," imbuhnya.

Pemilu 2014 silam, suara PKB memang mengalami kenaikan dibandingkan 2009 sebagai imbas dukungan terhadap Jokowi, yang kala itu berada di puncak politik.

"Untuk 2019 situasi berbeda, selain karena Pemilu yang serentak, masa keemasan Jokowi juga sudah berakhir. Ini pasti akan berpengaruh pada perolehan suara PKB," terangnya.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya