Berita

Surat suara/Net

Politik

Popularitas Partai-Partai Lama Masih Paling Tinggi

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 22:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai-partai lama masih menjadi partai yang paling populer di masyarakat. Hal ini sebagamana hasil survei yang dirilis East Time On Schedule (ETOS) Institute di kantor Graha Jurnalis, Jakarta Selatan, Senin (17/12).

Direktur Infokom ETOS Institute Rahmat Shaleh menjelaskan bahwa partai lama seperti Golkar, PDIP, dan PPP memiliki tingkat pengenalan publik yang hampir maksimal, yakin 99 persen.

Partai lain yang memiliki popularitas 99 persen adalah Demokrat. Hal itu terjadi, kata Rahmat karena figur pemimpin partai tersebut sudah dikenal publik, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).


“Demokrat disebabkan karena figur SBY dan masa dua kali pemerintahan,” jelasnya.

Sementara Gerindra menyusul dengan tingkat popularitas 96 persen. Sedang partai baru yang cuku mendapat respon publik adalah Perindo dengan 81 persen popularitas.

Sedang untuk tingkat elektabilitas, sambung Rahmat, partai besutan Megawati Soekarnoputri juga menempati posisi teratas dengan 21,2 persen responden, disusul Gerindra 19,8 persen dan Golkar 16,1 persen.

“Selanjutnya ada Demokrat dengan 14,9 persen, PKB 6,7 persen, Nasdem 3,1 persen, PAN 2,9 persen, Perindo 2,6 persen, PKS 2,3 persen, PPP 2,1 persen, Berkarya 1,9 persen, PSI 1,7 persen, Hanura 1,6 persen, PBB 1,4 persen, PKPI 1,1 persen, dan Garuda 0,4 persen," urainya.

Jika batas ambang parlemen adalah 4 persen, maka hanya lima partai politik saja yang dipastikan lolos yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PKB.

"Tapi jika margin error dari survey ini adalah 2,9 persen, maka amat mungkin muncul partai lain yang juga lolos dari ambang batas parlemen," sambungnya.

Survei ini digelar pada 1 hingga 15 Desember lalu di enam kota besar yakni Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, dan Bandung. Survei ini memiliki margin of error sebesar 2,9 persen. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya