Berita

Baliho SBY dirusak/Net

Politik

PDIP Riau Tidak Pernah Diajarkan Rusak Baliho Partai Lain

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 21:13 WIB | LAPORAN:

Tokoh PDI Perjuangan Riau, Fachrudin memastikan kadernya tidak pernah melakukan perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

Dia menilai, pelaku perusakan bisa saja mereka yang merasa tersinggung dengan kehadiran baliho Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat Jokowi hadir di Pekanbaru.

“Saya yakin perusakan bendera maupun baliho-baliho Partai Demokrat kemarin bukan kerjaan anggota partai kita,” tegasnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (18/12).


Pimpinan PDIP di Kota Pekanbaru, sambungnya, telah melakukan pengecekan dan menegaskan tidak ada keterlibatan anggota partai yang berujung perobekan itu.

“Jadi, tidak ada satu pun anggota PDI Perjuangan di Pekanbaru yang melakukan itu, karena anggota maupun kader partai tidak pernah diajarkan bertindak demikian,” tegasnya.

Dia menduga, perusakan atribut itu dilakukan orang lain karena pemasangan bendera Partai Demokrat maupun baliho-baliho bergambar SBY ada saat Presiden Jokowi berkunjung ke Pekanbaru. Pemasangan atribut-atribut tersebut dianggap seperti tidak menghargai Presiden RI Jokowi.

“Jadi, bisa saja perusakan dilakukan oleh masyarakat yang merasa tersinggung dengan banyaknya atribut Partai Demokrat pada saat Jokowi berkunjung ke Pekanbaru,” sambung Fachrudin.

Karena itu, Fachrudin menyatakan kejadian di Pekanbaru bukan karena kurangnya kesadaran berpolitik rakyat, tetapi justru karena kurangnya kesadaran etika berpolitik, seperti saling menghormati.

“Ini soal etika politik, tidak ada saling menghormati. Sebab bagaimana pun, Pak Jokowi adalah Presiden RI, sehingga seluruh elemen masyarakat wajar menyambut dengan hormat,” kata Fachrudin. [ian]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

BRI Catat 6.022 Debitur KUR di Pangkalpinang, Didominasi Petani Sawit

Senin, 29 Juni 2026 | 22:23

Mengenal Emission Trade System

Senin, 29 Juni 2026 | 22:06

KPK Perpanjang Penahanan ASN BPK Sumsel Titin Rita Lestari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:52

DPR Minta Polisi Segera Penjarakan Penganiaya Caddy di Tangerang

Senin, 29 Juni 2026 | 21:36

Kolaborasi Lintas Sektor Kunci Perkuat Resiliensi Media demi Pembangunan Papua

Senin, 29 Juni 2026 | 21:34

Ahmad Muzani Bicara Potensi Wisata Religi Saat Temui Ketua MPR Uzbekistan

Senin, 29 Juni 2026 | 21:32

Bupati Muara Enim Edison Masih Nginep di Rutan KPK dalam 40 Hari

Senin, 29 Juni 2026 | 21:14

DMO dan RKAB Harus jadi Prioritas Amankan Pasokan Batu Bara

Senin, 29 Juni 2026 | 20:44

Hampir Rampung, Sekolah Rakyat Kementerian PU di Bekasi Usung Gentengisasi

Senin, 29 Juni 2026 | 20:36

Brasil vs Jepang: Duel Raksasa di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Senin, 29 Juni 2026 | 20:28

Selengkapnya