Berita

Unjuk rasa di Hungaria/Reuters

Dunia

10 Ribu Warga Hungaria Turun Ke Jalan Tuntut Demokrasi Untuk Hadiah Natal

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 19:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ribuan warga Hungaria memadati jalan-jalan di Budapest pada hari Minggu (16/12) dalam protes keempat dan terbesar dalam seminggu terakhir.

Protes dilakukan atas aturan yang dinilai semakin otoriter dari nasionalis sayap kanan Viktor Orban.

Dengan menantang suhu di bawah nol, menyalakan api unggun dan melambaikan bendera Hungaria serta Uni Eropa, sekitar 10.000 demonstran berjalan dari tugu pahlawan bersejarah menuju parlemen dan kemudian ke stasiun televisi untuk menyatakan bahwa aksi itu bertajuk "Selamat Natal Tuan Perdana Menteri".


Aksi itu sebagian besar damai sampai polisi menembakkan gas air mata ke arah demonstran yang berdesakan di luar stasiun TV pada larut malam.

Demonstrasi ini diselenggarakan oleh partai-partai oposisi, mahasiswa, dan serikat pekerja untuk menuntut media gratis, penarikan hukum tenaga kerja yang meningkat lembur, dan peradilan yang independen.

"Yang saya inginkan untuk Natal adalah demokrasi," tulis salah satu spanduk, seperti dimuat Reuters.

Ratusan polisi dengan peralatan anti huru-hara menggiring salah satu demonstrasi terbesar yang dihadapi Orban sejak dia naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 2010. Sejak saat itu, dia mulai memegang mayoritas parlemen yang besar untuk menekan pengadilan, media dan kelompok-kelompok non-pemerintah. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya