Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kiai Zaini: Jangan Ada Larangan Pemeluk Agama Jalankan Syariah Di Indonesia

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 17:54 WIB | LAPORAN:

Ikatan Pesantren Indonesia mengaku heran dengan sikap sejumlah politisi yang menolak tatanan akidah Islam sebagai bagian dari hukum nasional.

Padahal, UUD 45 menjamin kebebasan pemeluk agama menjalankan kepercayaannya masing-masing.

"Kita sangat sayangkan adanya politisi yang menolak akidah hukum Islam, padahal itu adalah ajaran Islam dan tidak bertentangan dengan hukum kita. Kenapa mereka harus menolak," kata Ketua Umum DPP Ikatan Pesantren Indonesia KH Zaini Ahmad SRK di Jakarta, Senin (17/12).


"Tidak setuju boleh tapi jangan menolak apalagi membenci," tambahnya.

Kiai Zaini mengingatkan, Indonesia adalah negara yang beragama sehingga tidak boleh ada yang melarang masyarakatnya menjalankan syariah masing-masing.

"Kalau mau melarang itu seharusnya prostitusi, peredaran miras dan korupsi yang semua agama melarang berkembang di Indonesia. Jangan syariah Islam seperti poligami yang dibolehkan dengan tertentu," tutur pengasuh Ponpes Al-Iklas Pasuruan Jawa Timur itu.

Ketum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie sebelumnya menyerukan revisi UU 1/1974 tentang Perkawinan, terutama praktik poligami. Grace menyatakan partainya tidak akan pernah mendukung praktik poligami.

Alasannya, poligami adalah bentuk ketidakadilan yang dilembagakan oleh negara. Sehingga, UU tersebut harus direvisi agar tidak ada lagi perempuan dan anak-anak yang menjadi korban ketidakadilan. Selain itu, PSI memastikan tidak akan pernah mendukung perda yang berlandaskan agama seperti perda syariah dan perda Injil. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya