Berita

Konferensi pers BPS/RMOL

Bisnis

Ekspor Non Migas Indonesia Turun

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 16:39 WIB | LAPORAN:

Badan Pusat Statistik mencatat nilai ekspor non migas Indonesia terhadap negara-negara tujuan utama mengalami penurunan selama November 2018.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan jika dibandingkan dengan Oktober 2018 terjadi pada sebagian besar negara tujuan utama yakni India sebesar USD 194,8 juta atau 14,65 persen, Tiongkok USD 153,9 juta (7,10 persen), Singapura USD 134,8 juta (16,75 persen), Amerika Serikat USD 77,3 juta (5,04 persen), Italia USD 59,4 juta (38,32 persen), dan Malaysia USD 47,2 juta (6,44 persen). Kemudian Belanda USD 33,2 juta (10,28 persen), Australia USD 32,0 juta (16,03 persen), Taiwan USD 23,1 juta (6,88 persen), dan Thailand USD 10,8 juta (2,22 persen).

Di tengah pertumbuhan ekonomi global yang tidak menentu, pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan nilai ekspor, khususnya ke China.


"Memang di perekonomian global kita mau menggenjot ekspor kepada negara-negara tujuan kita seperti di China. Dan pertumbuhan ekonomi agak turun, jadi ada upaya tapi juga ada rintangan," jelasnya di Gedung BPS, Jalan Sutomo, Jakarta, Senin (17/12).

Suhariyanto menuturkan, pemerintah melalui sudah berupaya terkait meningkatkan nilai ekspor seperti halnya melalui Kementerian Perdagangan yang menandatangi perjanjian kerja sama dengan empat negara Eropa yakni Swiss, Liechtenstein, Islandia, dan Norwegia dalam Indonesia-EFTA Comprehensive Economic Partnership Agreement (IE-CEPA). Meskipun begitu diperlukan waktu yang cukup lama.

"Ya memang perlu kita pikirkan tetapi misalnya pemerintah sudah perjanjian dengan beberapa negara Eropa sudah oke. Jadi, memang kita masih tetap butuh waktu untuk mengimplementasikan," jelasnya.

"Kalau kita lihat prediksi dari berbagai lembaga internasional pertumbuhan ekonomi global juga tidak akan begitu baik. Itu harus membuat kita lebih berhati-hati," tutur Suhariyanto.

Tiongkok, AS dan Jepang yang masing-masing mencapai USD 2.014,1 juta, USD 1.456,5 juta, dan USD 1.358,2 juta telah berperan menghasilkan nilai ekspor non migas Indonesia 35,87 persen.

Sementara negara yang mengalami peningkatan ekspor non migas adalah Jepang USD 78,1 juta (6,10 persen), Korea Selatan USD 33,3 juta (5,28 persen), dan Jerman USD 3,7 juta (1,58 persen).

"Secara keseluruhan, total ekspor ke tiga belas negara tujuan utama turun 6,37 persen. Kemudian ekspor ke Uni Eropa ada 28 negara pada November 2018 mencapai USD 1.371,1 juta turun 1,06 persen dibanding Oktober 2018," papar Suhariyanto. [wah]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya