Berita

Netanyahu/Net

Dunia

PM Israel Tidak Senang Pengakuan Australia Atas Yerusalem Barat?

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 15:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengisyaratkan ketidaksenangan atas langkah yang diambil oleh Australia untuk pengakuannya bahwa Yerusalem Barat adalah ibukota Israel.

Pasalnya, Netanyahu tidak banyak memberikan komentar atas keputusan negeri kanguru akhir pekan kemarin. Padahal, bisanya dia aktif memberikan sambutan baik ketika ada negara yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel mengeluarkan pernyataan yang menanggapi dengan hangat dan menyebut langkah Australia sebagai langkah ke arah yang benar.


Namun pada pertemuan kabinet pada hari Minggu (16/12), Netanyahu menolak untuk menguraikan lebih lanjut soal pengakuan Australia tersebut.

“Kami mengeluarkan pernyataan di Kementerian Luar Negeri. Saya tidak punya apa-apa untuk ditambahkan,” katanya Netanyahu kepada wartawan di awal pertemuan, seperti dimuat Reuters.

Untuk diketahui, Israel merebut Jerusalem Timur Arab dalam perang 1967 dan mencaploknya sebagai ibukotanya dalam gerakan yang tidak diakui secara internasional. Palestina menginginkan Jerusalem Timur sebagai ibu kota negara yang mereka harap dapat ditemukan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza.

Kemudian, setahun yang lalu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat marah warga Palestina dengan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Tidak disebutkan lebih rinci mengenai Yerusalem Timur atau Yerusalem Barat.

Namun Perdana Menteri Australia Scott Morrison akhir pekan kemarin secara spesifik mengatakan bahwa Canberra secara resmi mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel. Tetapi dia menegaskan kembali dukungan Australia untuk solusi dua negara. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya