Berita

Tito Karnavian/RMOL

Pertahanan

Kapolri Minta Divisi Humas Kontrol Informasi Berkembang Di Media

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 11:46 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Citra positif Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sangat ditentukan dengan kinerja humasnya melalui informasi-informasi positif tentang keberhasilan Polri.

Begitu ditekankan Kapolri Jenderal Tito Karnavian dalam Konsolidasi Analisis dan Evaluasi Kehumasan 2018 di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (17/12).
"Peran humas salah satunya menjaga image Polri sekaligus membantu mencerdaskan masyarakat dengan memberikan informasi positif," kata Tito.

Rapat yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk menyatukan pandangan para kabidhumas, kasubbaghumas dan sejumlah perwira multimedia mengenai peran kehumasan Polri.

Rapat yang berlangsung selama tiga hari ini bertujuan untuk menyatukan pandangan para kabidhumas, kasubbaghumas dan sejumlah perwira multimedia mengenai peran kehumasan Polri.

Menurut mantan Kapolda Metro Jaya ini, demokrasi di Indonesia sudah semakin terbuka ditandai dengan menguatnya parlemen, dominansi peran media dan masyarakat. Keterbukaan ini mempengaruhi perubahan cara berkomunikasi Polri kepada masyarakat.

"Ini membuat gaya kepolisian kita berubah dari sistem semiotoritarian menjadi sistem terbuka. Pemilik negara adalah rakyat," katanya.

Tito menekankan, kunci utama Polri agar tetap memiliki citra yang positif dengan mendapatkan kepercayaan publik. Caranya dengan memberikan informasi inspiratif dari personil kepolisian. Seperti misalnya, cerita anggota Polri yang membuat perpustakaan keliling atau membantu para penyeberang jalan.
Divisi Humas dimintanya lebih proaktif dalam menyebarkan informasi, dengan meriset seluruh informasi dari daerah, untuk dibagikan ke media.

"Opini publik dipengaruhi bagaimana media memberitahukan suatu isu kepada publik," katanya.[wid]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya