Berita

Baliho penyambutan SBY di Riau/Net

Politik

Saling Serang PDIP-Demokrat Dalam Kasus Perusakan Atribut Partai

SENIN, 17 DESEMBER 2018 | 01:46 WIB | LAPORAN: SUKARDJITO

. Perusakan ribuan atribut Partai Demokrat mulai bendera, poster, dan baliho berbuntut saling serang antara PDIP dengan Demokrat, setelah Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief berujar perusakan ini adalah pesanan kader PDIP.

Munculnya PDIP dalam kasus perusakan atribut kampanye partainya berdasarkan pengakuan salah satu pelaku yang berhasil tertangkap.

Adapun pelaku yang ditangkap basah oleh DPC Partai Demokrat itu mengaku telah disuruh oleh PDIP untuk merusak atribut kampanye.


Dalam kesempatan itu, pelaku juga mengaku memiliki rekan sekitar 35 orang untuk melancarkan aksi yang masuk dalam kategori pidana pemilu itu.

Apalagi aksi vandalis ini bertepatan dengan kedatangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi Widodo pada hari yang sama.

SBY, Presiden ke-6 Indonesia sekaligus Ketua Umum Demokrat, datang dalam rangka pelantikan pengurus DPC Partai Demokrat se-Provinsi Riau. Sementara Jokowi, Presiden ke-7 Indonesia yang juga kader PDIP, datang untuk menghadiri beberapa acara.

Pernyataan keras pun keluar dari SBY sendiri. Ketika melihat sendiri atribut-atribut itu tergeletak begitu saja di trotoar hingga selokan, SBY geleng-geleng kepala. Kepada wartawan, ia pun menyinggung Jokowi, tapi bukan dalam rangka menuduh.

"Saya ini bukan capres, saya tidak berkompetisi dengan bapak presiden Jokowi. Yang bertarung itu Pak Prabowo dan Pak Jokowi," ujar SBY

Sebagai pihak yang dituduh terlibat perusakan, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyano secara tegas membantah berbagai tuduhan tersebut.

"Jadi kalau ada yang mengatakan, di Pekanbaru sana, kita dituduh kader PDIP ada yang merusak bendera Demokrat, itu bukan watak, itu bukan karakter PDIP," papar Hasto.

Bahkan Hasto menyinggung bus ekslusif SBY ketika melintas kandang banteng juga tidak pernah mengalami kejadian apa-apa.

"Ketika bus kampanye Demokrat yang eksklusif, lux dan mahal melintas di wilayah yang menjadi basis PDIP pun semua aman-aman saja. Apalagi di Riau," tegasnya. [jto]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya