Berita

Jaya Suprana/Dok

Jaya Suprana

Hak Asasi Manusia

MINGGU, 16 DESEMBER 2018 | 09:27 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERBERITAKAN bahwa Wakil Presiden Jusuf Kalla di Komnas HAM, Selasa 11 Desember 2018 menyatakan bahwa negara menjadi korban pelanggaran HAM.

Menurut Wapres JK aparat pemerintah juga dilanggar hak-haknya oleh pihak yang anti pemerintah. Wapres JK mengharapkan agar menjadi pemahaman bersama bahwa pemerintah bukan hanya pada posisi tertuduh melanggar HAM namun juga sebagai korban pelanggaran HAM.

YLBHI



Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhammad Isnur menyimpulkan tiga hal.

Pertama, di dalam UUD 1945, UU HAM dan kesepakatan internasional terkait HAM, tertulis bahwa yang diberi mandat untuk memenuhi dan menghormati hak asasi manusia setiap warga adalah pemerintah, bukan sebaliknya.

Kedua, pernyataan Wapres JK akan mempersulit posisi pemerintah Indonesia ketika berhadapan dengan dewan HAM internasional.
Ketiga, pernyataan Wapres JK menjelaskan kenapa sampai saat ini penuntasan kasus pelanggaran HAM jalan di tempat.

Komnas HAM Dan Amnesti Internasional


Komisioner Komnas HAM, Beka Ulung Hapsari menegaskan bahwa hak asasi negara tak bisa dilanggar. Negara sudah dilindungi oleh segenap aparat keamanan dan penegak hukum serta oleh kebijakan-kebijakan ke pemerintahan. Apalagi tugas negara justru melindungi HAM warganya.

Sementara Direktur Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid menilai ucapan JK mengesankan pemerintah menghindar dari tanggung jawab untuk melindungi hak asasi warganya.

Jusuf Kalla dinilai tak mau mempertanggungjawabkan janjinya saat kampanye dahulu untuk menuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu.  

Di masa pemerintahan Joko Widodo, Jusuf Kalla selalu hadir di sidang umum PBB yang mengindikasikan bahwa beliau memiliki pengetahuan yang memadai.

Prihatin

Saya pribadi tidak berani melibatkan diri ke dalam perbedaan pendapat antara Wapres, YLBHI, Komnas HAM dan Amnesty International.

Saya yakin bahwa para beliau pasti memahami makna hak asasi manusia yang sebenarnya namun memiliki sisi pandang yang saling beda.

Menyadari keterbatasan wawasan pandang diri sendiri, sebagai warga Indonesia saya merasa prihatin setiap saat ada sesama warga Indonesia melakukan kekerasan terhadap sesama warga Indonesia.

Sesama manusia melakukan penganiayaan apalagi pembinasaan terhadap sesama manusia pada hakikatnya merupakan pelanggaran terhadap ajaran agama juga sila Kemanusiaan Adil dan Beradab serta hak asasi manusia yang jelas tidak layak ditolerir apalagi dibenarkan dengan alasan apapun. [***]


Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan


Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Langgar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Berpeluang Kalah, Wajar Pengacara Profesional Menolak Bela Jokowi

Kamis, 25 Juni 2026 | 07:47

UPDATE

Komisi XIII DPR Soroti Perlindungan Hukum Pelaku Usaha yang Tabrak Aturan

Senin, 29 Juni 2026 | 12:22

Ketika Jalanan Pindah ke Dalam Genggaman

Senin, 29 Juni 2026 | 12:07

Gaya Komunikasi Presiden Prabowo Berisiko Menenggelamkan Kinerja Pemerintah

Senin, 29 Juni 2026 | 12:01

KPK Periksa Saksi Swasta dalam Kasus Gratifikasi Produksi Batu Bara di Kukar

Senin, 29 Juni 2026 | 11:54

Harga Bapok Kompak Anjlok, Telur Ayam Turun Jadi Rp28.850/Kg

Senin, 29 Juni 2026 | 11:32

Kasus YTR Jadi Alarm, Garnita NasDem Minta Negara Perkuat Perlindungan Perempuan

Senin, 29 Juni 2026 | 11:15

Safari Politik Jokowi Dibungkus Ritual Adat untuk Dongkrak Publisitas PSI

Senin, 29 Juni 2026 | 11:13

Petugas Haji Masih Bersiaga hingga Kepulangan Kloter Terakhir

Senin, 29 Juni 2026 | 11:07

Kenaikan Beruntun CPO Malaysia Didorong Sentimen Minyak Global

Senin, 29 Juni 2026 | 10:57

Prabowo Ingatkan Ancaman AI, Akademisi Diminta Antisipasi Dampaknya

Senin, 29 Juni 2026 | 10:52

Selengkapnya