Berita

Global

Rusia-Suriah Bersiap Singkirkan Dolar AS Dalam Kerjasama Bilateral

SABTU, 15 DESEMBER 2018 | 23:56 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah Rusia dan Suriah menjajaki sejumlah perjanjian untuk dapat beralih menggunakan mata uang nasional dalam hubungan dagang dan kerjasama ekonomi kedua negara.

"Pemukiman, transportasi dan logistik satu sama lain, sejauh yang saya ketahui masalah ini telah diselesaikan," kata Wakil Presiden Kamar Dagang dan Industri Rusia, Vladimir Padalko di sela-sela pertemuan tahunan komisi Rusia-Suriah untuk kerjasama perdagangan, ekonomi, ilmiah dan teknis, yang berlangsung di Damaskus jelang akhir pekan ini.

Dia menambahkan bahwa kedua negara telah memilih 200 perusahaan Rusia dan Suriah untuk mengambil bagian dalam proyek-proyek bersama untuk membangun kembali negara yang dilanda perang itu.


Para pihak akan menandatangani perjanjian yang mencakup 10 area fokus yang luas untuk memulihkan ekonomi pasca perang Suriah.

Para pihak terkait juga telah mencapai sejumlah perjanjian komersial tentang eksplorasi dan produksi komoditas energi di Suriah.

Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Rusia dan Kementerian Perindustrian Suriah telah dilaporkan menyetujui dan menandatangani peta jalan untuk kerjasama industri bilateral.

Sementara itu, menurut Kepala Perencanaan Suriah dan Komisi Kerjasama Internasional Imad Sabuni, kedua negara telah mencapai 30 perjanjian tentang proyek investasi. Suriah dan Rusia telah juga mencapai persetujuan material di bidang transportasi dan pendidikan tinggi. Demikian seperti dimuat Russia Today. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya