Berita

Riachuelo, kapal selam Brazil/Reuters

Dunia

Brazil Lanjutkan Program Pembangunan Kapal Selam Bertenaga Nuklir

SABTU, 15 DESEMBER 2018 | 16:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Brazil meluncurkan satu dari lima kapal selam penyerang pertama yang dibangun dengan teknologi Perancis dalam program senilai 8,9 miliar dolar AS.

Program ini direncanakan akan berakhir pada 2029 dengan pengiriman kapal selam bertenaga nuklir ke Brazil.

Presiden Michel Temer dan penerus sayap kanannya, Presiden terpilih Jair Bolsonaro secara bersama-sama menekan tombol yang menurunkan kapal selam seberat 1,700 ton ke laut di pangkalan angkatan laut Rio de Janeiro. Kapal selam serang pertama itu diberi nama Riachuelo.


Kapal selam yang dibangun oleh Angkatan Laut Brazil dalam kemitraan dengan perusahaan pertahanan Prancis Naval Group, sebelumnya dikenal sebagai DCNS, adalah versi modifikasi kapal selam bertenaga diesel kelas Scorpene.

Empat kapal selam pertama yang dikembangkan dalam kesepakatan dengan Naval Group adalah kapal selam konvensional. Sedangkan kapal selam kelima akan dilengkapi dengan tenaga nuklir.

Hal itu akan menempatkan Brazil sebagai satu di antara enam negara di dunia yang memiliki kapal selam bertenaga nuklir. Negara-negara yang saat ini telah memiliki kapal selam bertenaga nuklir adalah Amerika Serikat, Rusia, Perancis, Inggris, China dan India.
Program ini telah tertunda karena pemotongan anggaran dan skandal korupsi yang melibatkan kontraktor seperti perusahaan rekayasa dan konstruksi terbesar di Brazil, Odebrecht, sebelum akhirnya dilanjutkan kembali.

Laksamana Bento Albuquerque, yang akan menjadi menteri pertambangan dan energi di kabinet Bolsonaro ketika dia menjabat 1 Januari 2019 mendatang mengatakan, investasi dalam sub program baru akan berjumlah 35 miliar reais dengan harga hari ini.

Kapal selam baru ini direncanakan untuk melengkapi Angkatan Laut dalam melakukan patroli di perairan lepas pantai seluas 3,5 juta kilometer persegi Brazil yang mengandung kekayaan besar dalam cadangan minyak dan gas.

"Brazil memiliki panggilan untuk perdamaian dan membangun kapal selamnya untuk tidak mengancam siapa pun atau mengganggu ketenangan perairan internasional," kata Temer.

"Brasil membangun kapal selam karena negara dengan lebih dari 7.000 kilometer garis pantai tidak dapat melakukannya tanpa alat untuk mempertahankan kedaulatan dan kekayaan lautnya," tegasnya seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya