Berita

Taylor Swift/Net

Dunia

Taylor Swift Gunakan Teknologi Pengenalan Wajah?

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 12:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Bintang pop Taylor Swift secara diam-diam mengawasi para penggemarnya dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah, terutama ketika tengah tampil di atas panggung.

Meski terdengar seperti fiksi ilmiah, namun begitu kabar yang dimuat majalah musik ternama Rolling Stone pekan ini. Dimuat ulang The Guardian, laporan itu menyebut bahwa bintang pop tersebut telah menggunakan teknologi pengenalan wajah itu untuk mendeteksi penguntit.

Belum ada konfirmasi apapun dari pihak Swift mengenai laporan itu. Tetapi kabar tersebut telah memunculkan pertanyaan-pertanyaan etis untuk kelompok-kelompok hak sipil yang prihatin tentang privasi.


"Penguntit adalah fenomena yang umumnya menakutkan dan semua orang mengerti mengapa seseorang seperti Taylor Swift ingin dilindungi terhadap mereka," kata analis kebijakan senior ACLU, kata Jay Stanley.

"Tetapi ini memiliki implikasi yang lebih besar. Ini adalah tentang kemana teknologi ini menuju," tambahnya.

Menurut sebuah studi oleh Georgetown University pada tahun 2016, sekitar 117 juta identitas orang saat ini sudah ada dalam database pengenalan wajah dan ada instruksi hukum minimal tentang bagaimana data itu dapat digunakan.

Stanley menyuarakan kritik soal kekhawatirann atas implikasinya jika teknologi semacam itu benar digunakan. Dikhawatirkan, teknologi tidak sempurna dan dapat menyebabkan staf keamanan untuk menargetkan orang yang tidak bersalah. Ada juga masalah tentang bagaimana data dikumpulkan, dikelola, dan disimpan, dan apakah itu akan dilanggar atau dibagikan.

"Bahkan jika mereka melakukan segalanya dengan benar di konser Taylor Swift, karena kami melihat teknologi ini tersebar di sana akan ada banyak masalah di sepanjang garis-garis ini," katanya. [mel]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

KPK Panggil PNS dan Karyawan Swasta di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:21

Kapolda Riau: Penghargaan Nugraha Sakanti Prestasi Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:20

Mahfud MD Ajak Masyarakat Tetap Cintai Polri Seburuk Apa Pun Kinerjanya

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:16

KPK Panggil Sejumlah Pejabat Imigrasi di Kasus Pemerasan Silmy Karim

Rabu, 01 Juli 2026 | 14:10

KPK Masih Periksa Bupati Kuansing Suhardiman Amby

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:48

Audit Dugaan Penyimpangan Impor Sianida PPI, KPK dan BPKP Didesak Turun Tangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:39

Komisi I DPR Ungkap Alasan Draf RUU KKS Belum Dibuka ke Publik

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:35

Bos Maktour yang Juga Mertua Dito Ariotedjo Dipanggil KPK

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:21

Masih Penyesuaian Sistem, Pajak Olshop di Marketplace Berlaku Mulai 1 Agustus

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:16

Prabowo Layak Dicontoh Bagi Siapa Pun yang Ingin Jadi Presiden

Rabu, 01 Juli 2026 | 13:01

Selengkapnya