Erdogan/Net
Erdogan/Net
Begitu kata seorang jurubicara kelompok pemberontak Suriah yang bernama Tentara Nasional pada Kamis (13/12). Kelompok itu merupakan pasukan pemberontak yang didukung Turki yang bertujuan untuk mempersatukan faksi-faksi yang berbeda di Suriah barat laut.
Pernyataan itu dibuat setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan pada Rabu (12/12) bahwa Turki akan segera melancarkan serangan ofensif dalam beberapa hari ke depan dan menargetkan sebuah wilayah perbatasan di sebelah timur sungai Eufrat yang dipegang oleh milisi Kurdi YPG.
Pengumuman itu memicu kecaman keras dari Pentagon, yang mengatakan tindakan militer sepihak ke Suriah timur laut tidak akan bisa diterima. Amerika Serikat sendiri diketahui telah mendukung YPG dalam perang melawan pemberontak kelompok militan ISIS sejak tahun 2015 lalu.
Populer
Senin, 05 Januari 2026 | 16:47
Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54
Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19
Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16