Berita

Dalai Lama/Net

Dunia

China Peringatkan Warga Tibet Tidak Rayakan Peringatan Dalai Lama

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 11:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pemerintah China memperingatkan warga Tibet untuk tidak merayakan atau mengambil bagian dalam perayaan 60 tahun pengasingan Dalai Lama.

China diketahui mengirim pasukan ke Tibet pada tahun 1950 dalam apa yang secara resmi dianggap sebagai pembebasan damai dan telah memerintah di wilayah tersebut sejak saat itu.

Tokoh tertingi dalam agama Buddha di Tibet, Dalai Lama kemudian melarikan diri ke pengasingan ke India pada 1959 setelah pemberontakan yang gagal terhadap pemerintah China.


China secara rutin menyebut Dalai Lama sebagai seorang separatis yang berbahaya. Sedangkan Dalai Lama mengatakan bahwa dua hanya menginginkan otonomi asli untuk tanah airnya yang terpencil dan bergunung-gunung.

Pemerintah China menilai bahwa Dalai Lama telah mencoba menggunakan kekuatan musuh di media Barat untuk menyebarkan desas-desus dan fitnahannya terhadap China untuk mempromosikan kemerdekaan Tibet, mengabaikan kebebasan dan kehormatan yang diberikan kepada rakyat Tibet

"Dalam menghadapi kebohongan Dalai Lama ke-14, bangsa Tibet harus lebih sadar bahwa Tibet yang baru dan sosialis menggantikan sistem feodal dan feodal Tibet kuno adalah kebutuhan historis, dan kemenangan bagi kebenaran dan orang-orang," tulis pemerintahan Tibet China dalam surat yang dirilis di situsnya, seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

UPDATE

Austria Tolak Wilayah Udaranya Dipakai AS untuk Serang Iran

Jumat, 03 April 2026 | 00:15

Memutus Mata Rantai Rabun Jauh Birokrasi

Kamis, 02 April 2026 | 23:50

PHE Tampilkan Inovasi Hulu Migas di Ajang Offshore Internasional

Kamis, 02 April 2026 | 23:21

Spirit ‘Kurban’ Prajurit UNIFIL

Kamis, 02 April 2026 | 22:57

Pencarian Berakhir Duka, Achmad Ragil Ditemukan Meninggal di Sungai Way Abung

Kamis, 02 April 2026 | 22:39

Robert Priantono Dicecar KPK soal Pungutan Tambang Kukar

Kamis, 02 April 2026 | 22:01

China Ajak Dunia Bersatu Dukung Inisiatif Perdamaian di Wilayah Teluk

Kamis, 02 April 2026 | 21:42

DPR: BPS Bukan Sekadar Pengumpul Data, tapi Penentu Arah Pembangunan

Kamis, 02 April 2026 | 21:31

78 Pejabat Pemkot Surabaya Dirotasi, Ada Apa?

Kamis, 02 April 2026 | 21:18

OJK Siap Luncurkan ETF Emas Akhir April 2026

Kamis, 02 April 2026 | 21:08

Selengkapnya