Berita

Foto: Net

Nusantara

Kejaksaan Dan KPK Didesak Usut Proyek Breakwater Kepulauan Seribu

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 07:24 WIB | LAPORAN:

Proyek breakwater (pemecah ombak) di Kepulauan Seribu diduga bermasalah.

Kejaksaan dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun didesak untuk segera turun tangan.

Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kepulauan Seribu, Didi Setiadi menduga, proyek tersebut sangat bermasalah dari tahap kajian awal hingga pelaksanaannya.


"Kami menduga kuat dan berkeyakinan ada yang tidak beres dalam pelaksanaan proyek senilai 87 miliar ini," ujar Didi kepada wartawan di Jakarta, Kamis (13/12).

Proyek tersebut juga diduga sudah merusak ekosistem di bawah laut. Menurut Didi, masyarakat sekitar sudah mengadukan hal itu pada instansi terkait, termasuk Tim Gubernur Untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Pemprov DKI.

Namun demikian, laporan masyarakat itu belum ada perkembangan berarti hingga kini.

“Kami meragukan keseriusan kinerja inspektorat dan TGUPP Kepulauan Seribu dalam mengelola sumber daya kelautan yang ada di sekitar Kepulauan Seribu," tegasnya.

Senada dengan Didi, kader Konservasi Kepulauan Seribu, Chairul Anam mengatakan, proyek ini sesungguhnya tidak perlu karena tak sesuai dengan skala prioritas pembangunan. Apalagi setiap pulau sudah ada jalan lingkar yang fungsinya sama dengan Break Water.[wid]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya