Berita

Cohen/Net

Dunia

Trump Bantah Arahkan Pengacaranya Langgar Aturan Kampanye

JUMAT, 14 DESEMBER 2018 | 07:31 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia tidak pernah mengarahkan mantan pengacara pribadinya, Michael Cohen untuk melanggar hukum.

"Dia adalah seorang pengacara dan dia seharusnya tahu hukum," kata Trump di akun Twitternya soal Cohen.

Trump menambahkan bahwa pengakuan Cohen bahwa dia bersalah telah membohongi Kongres adalah hal yang dilakukan untuk mempermalukan presiden.


Komentarnya datang sehari setelah Cohen menerima hukuman penjara tiga tahun karena dana kampanye dan kejahatan penipuan terhadap Kongres.

Cohen telah menyalahkan pengaruh Trump dan "perbuatan kotor" pada hukuman yang diterimanya.

Dalam serangkaian cuitan di Twitter pada hari Kamis (13/12), Trump menekankan bahwa dia tidak melakukan kesalahan dalam hal hukum dana kampanye.

Dia mengatakan bahwa Cohen mungkin tidak bersalah dari pelanggaran kampanye tersebut tetapi mengaku bersalah untuk menguntungkan dirinya sendiri.

"Sebagai pengacara, Michael memiliki tanggung jawab besar terhadap saya," tambahnya seperti dimuat BBC.

Cohen diketahui dijatuhi hukuman pada hari Rabu (12/12) dan harus melapor ke penjara pada 6 Maret 2019 mendatang. Dia mengaku berbohong kepada Kongres, dan dinyatakan bersalah atas pelanggaran dana kampanye serta penghindaran pajak.

Dia adalah orang pertama dari lingkaran dalam Trump yang dipenjarakan atas penyelidikan Special Counsel Robert Mueller tentang dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan presiden 2016. [mel]


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya