Berita

Konflik di Yaman/Net

Global

Gencatan Senjata Di Kota Pelabuhan Yaman Disepakati, Titik Awal Perdamaian Dimulai

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 20:48 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Pihak-pihak yang bertikai di Yaman telah menyetujui gencatan senjata di kota pelabuhan Hudaydah pada hari ini (Kamis, 13/12).

Para pemimpin delegasi dari pemerintah Yaman dan pemberontak Houthi, yang menguasai sebagian besar negara itu, berjabat tangan setelah gencatan senjata disetujui hari ini.

Mereka mencapai kesepakatan pada akhir pembicaraan di Swedia yang diperantarai oleh PBB dan telah digelar sejak awal pekan ini. Pembicaraan itu dilakukan untuk mencari jalan keluar dari konflik empat tahun di Yaman.


Perang di negara tersebut telah membawa penderitaan bagi warganya di mana ribuan orang telah meninggal dunia. Bukan hanya itu, perang juga menyebabkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dalam beberapa dekade terakhir terjadi di Yaman. Wabah penyakit serta kelaparan akut terjadi di negara itu.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan gencatan senjata sangat penting untuk mendapatkan bantuan kepada jutaan warga sipil di Yaman.

"Anda telah mencapai kesepakatan di pelabuhan Hudaydah dan kota yang akan melihat saling pengerahan kekuatan dari pelabuhan dan kota dan pembentukan sebuah gubernuran serta gencatan senjata luas," jelasnya seperti dimuat BBC.

"PBB akan memainkan peran utama di pelabuhan dan ini akan memfasilitasi akses kemanusiaan dan aliran barang ke penduduk sipil. Dan itu akan meningkatkan kondisi kehidupan jutaan orang Yaman," tegasnya,

Guterres juga menekankan bahwa kesepakatan gencatan senjata ini bisa menjadi titik awal terbukanya jalan perdamaian dan untuk mengakhiri krisis kemanusiaan di Yaman. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya