Berita

Anton Sahadi/RMOL

Nusantara

Keluarga Korban: Lion Air Ingkar Janji Soal Pencarian Tahap Dua

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 19:55 WIB | LAPORAN:

Maskapai penerbangan Lion Air dituntut merealisasikan janji kepada keluarga korban jatuhnya Lion Air PK-LQP akhir Oktober lalu. Sebab, hingga kini sebanyak 64 jenazah korban masih belum ditemukan.

"Tujan kami ke sini ada yang harus saya luruskan. Kami di sini hanya menyampaikan aspirasi, mewakili dari keluarga penumpang JT-610 PK-LQP Lion Air yang jatuh di Perairan Karawang tanggal 29 Oktober lalu," kata Anton Sahadi, keluarga dari korban Lion Air PK-LQP bernama Rian Ariandi di depan Istana Negara Jakarta, Kamis (13/12).

Dia menyampaikan, aspirasi yang disampaikan untuk mengingatkan janji pihak Lion Air melakukan pencarian korban lanjutan tahapan dua dengan menggunakan kapal dan peralatan canggih.


"Pihak Lion Air harus lakukan pendampingan pada keluarga korban, baik yang anggota keluarganya sudah ditemukan maupun yang belum. Dalam hal ini pendampingan pada 64 keluarga dari korban yang belum ditemukan dan teridentifikasi," jelas Anton.

"Dapat diberikan dalam bentuk antara lain pemberian fasilitas, biaya, transportasi pulang pergi, penginapan, konsumsi bagi keluarga yang berada di luar Jakarta selama proses pencarian korban lanjutan tahap kedua. Serta pemberian uang tunggu tambahan," paparnya.

Menurut Anton, selama ini Lion Air sudah akomodatif kepada pihak keluarga korban, namun ada beberapa janji yang meleset.

"Terutama statement dari pihak direksi, Pak Kapten Putut (Daniel Putut Kuncoro) yang menjanjikan bahwa kapal tersebut sudah sampai di Indonesia. Alhasil di reschedule sama mereka tanggal 17 Desember ini akan datang kapal tersebut. Sementara ini ya kita masih menunggu saja," kata Anton. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya