Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

KPU Pastikan Tidak Ada Data Siluman Dari Kemendagri

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 17:50 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum memastikan 31 juta data penduduk yang disampaikan Dinas Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bukan data siluman.  

Anggota KPU Pramono Ubaid Tanthowi menjelaskan, sebelum menyampaikan data tersebut, Kemendagri telah melakukan analisis yakni membandingkan daftar pemilih tetap (DPT) KPU yang diputuskan per 5 September 2018 sebanyak 185 juta dengan daftar potensial pemilih pemilu (DP4) Kemendagri per Desember 2017 yang sebanyak 196 Juta.

"Dari analisis itu ada 31 juta DPT yang belum klop datanya dengan DP4," katanya di Jakarta, Kamis (13/12).


Menurut Pramono, setelah mendapat informasi data dari Kemendagri, pihaknya kemudian melakukan pencermatan pada Sistem Informasi Data Pemilih (Sidalih) untuk menganalisis dan membandingkan dengan data lain yang ada seperti DP4, DPS, dan DPT.

Analisis dilakukan secara berjenjang oleh KPU di tingkat pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Juga bersama-sama dengan Bawaslu, Dinas Dukcapil, dan perwakilan partai politik.

"Hasil analisis itu lalu diturunkan hingga tingkat desa/kelurahan, dicek ke lapangan satu per satu. Jadi dicermati dengan teliti dan bersama-sama. Bukan mengarang-ngarang seperti nyusun cerita pengantar tidur," papar Pramono. [wah]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya