Berita

Ilustrasi/Net

Global

Senjata Api Renggut Hampir 40 Ribu Nyawa Di AS Tahun Lalu

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 16:57 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kematian akibat senjata api di Amerika Serikat menyentuh level tertinggi tahun 2017 lalu bila dibandingkan dengan 20 tahun terakhir.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) yang dirilis pekan ini menemukan, ada hampir 40 ribu orang meninggal dunia karena senjata api di tahun 2017 lalu, atau lebih tepatnya 39.773 orang di Amerika Serikat kehilangan nyawa mereka akibat senjata api.

Ketika disesuaikan dengan fluktuasi usia, angka itu mewakili total 12 kematian per 100.000 orang. Angka tersebut naik dari 10.1 pada tahun 2010 dan tingkat tertinggi sejak tahun 1996.


Dari angka tersebut, sekitar 60 persen di antara semua kematian akibat senjata api disebabkan karena bunuh diri.

Data lainnya yang dilakukan oleh Jaringan Jama, membandingkan dengan tingkat 0,2 kematian per 100.000 orang di Jepang, 0,3 di Inggris, 0,9 di Jerman dan 2,1 di Kanada.

Jama menemukan bahwa hanya enam negara di dunia yang bertanggung jawab atas mayoritas kematian senjata per tahun di seluruh dunia. Amerika Serikat termasuk di antara enam negara itu, bersama dengan Brasil, Meksiko, Kolombia, Venezuela, dan Guatemala. Demikian seperti dimuat The Guardian. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya