Berita

Tentara Korsel dan Korut bertemu di perbatasan/Net

Dunia

Tentara Korsel-Korut Seberangi Perbatasan Dengan Damai

KAMIS, 13 DESEMBER 2018 | 12:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Korea Utara dan Korea Selatan kembali membuat sejarah. Para tentara dari kedua negara saling melakukan penyeberangan persahabatan.

Tentara Korea Utara dan Korea Selatan melakukan beberapa penyeberangan persahabatan ke wilayah masing-masing untuk pertama kalinya sejak kedua negara terpisah.

Para tentara tersebut bertugas untuk memeriksa pembongkaran pos-pos penjagaan di Zona Demiliterisasi (DMZ) di sepanjang perbatasan kedua negara sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi damai baru-baru ini.


Sejumlah foto dan video yang beredar menunjukkan para tentara berjabat tangan di perbatasan sebelum menyeberang.

Diketahui bahwa Perang Korea yang terjadi tahun 1950an menyebabkan kedua negara terbagi dan belum ada perjanjian damai di antara keduanya.

Kedua negara tahun ini menunjukkan keinginan untuk memperbaiki hubungan. Hal itu ditandai dengan pertemuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In April lalu.

Kedua pemimpin itu setuju untuk memindahkan beberapa pos penjaga di perbatasan yang dijaga ketat.

Sejak November kemarin, baik Korea Utara maupun Korea Selatan telah meledakkan atau membongkar 10 pos perbatasan mereka masing-masing.

Sebagai tindak lanjut dari pembongkaran pos penjagaan itu, para inspektur Korea Selatan mengunjungi setiap pos penjaga di sisi Utara sementara para inspektur Korea Utara kemudian memeriksa proses yang sama di Selatan.

"Ini menandai pertama kalinya sejak pembagian bahwa para prajurit dari Utara dan Selatan secara damai melintasi garis demarkasi militer," kata Kementerian Pertahanan Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat BBC.

Meski begitu, kedua pihak masih memiliki lebih banyak pos penjaga di DMZ, baik di atas maupun di bawah tanah. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya