Berita

Trump/Net

Dunia

Trump Dapat Intervensi Kasus Penangkapan Eksekutif Top Huawei Jika Diperlukan

RABU, 12 DESEMBER 2018 | 18:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dia dapat melakukan intervensi pada kasus penangkapan eksekutif top Huawei Meng Wanzhou jika dirasa dapat membantu untuk menghindari penurunan lebih lanjut dalam hubungan Amerika Serikat dengan China.

"Apa pun yang baik untuk negara ini, saya akan lakukan," kata Trump.

Trump menambahkan bahwa dia akan campur tangan dalam kasus Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap Meng jika hal itu dapat melayani kepentingan keamanan nasional atau membantu mencapai kesepakatan perdagangan dengan China.


"Jika saya pikir itu baik untuk apa yang akan menjadi kesepakatan perdagangan terbesar yang pernah dibuat yang merupakan hal yang sangat penting, apa yang baik untuk keamanan nasional, saya pasti akan melakukan intervensi jika saya pikir itu perlu," tambahnya seperti dimuat BBC.
Meng yang merupakan kepala keuangan raksasa telekomunikasi China itu ditangkap 1 Desembar lalu di Kanada dan dapat diekstradisi ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuduhan penipuan terkaait dengan dugaan pelanggaran sanksi terhadap Iran.

Meng kemudian diberikan jaminan pada hari Selasa (11/12) oleh pengadilan Kanada.

Dia adalah putri pendiri Huawei dan penahanannya, yang terjadi di tengah perselisihan perdagangan yang semakin sengit antara Washington dan Beijing. Penangkapannya telah memicu protes keras dari China. [mel]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya